Tujuan Untuk menganalisis secara retrospektif anak-anak dengan insufisiensi penutupan tabung saraf yang dirawat di rumah sakit neonatal untuk menjalani operasi antara tahun 2002-1 dan 2011-12, dan untuk menyelidiki indikasi operasi, hasil jangka panjang pasca operasi, serta signifikansi terapeutik untuk setiap jenis patologi. Metode: Semua bayi yang dirawat di rumah sakit neonatal didiagnosis dengan jelas melalui MRI kranial atau tulang belakang, dan 11 dari 76 anak tidak diobati, 24 dioperasi dalam keadaan darurat, dan 41 dioperasi secara terbatas, dengan evaluasi sebelum operasi dan setelah operasi terhadap fungsi usus dan kandung kemih serta fungsi motorik tungkai bawah. Hasil: 11 kasus anak yang tidak diobati, 5 kasus tidak memiliki indikasi untuk operasi, 6 kasus ditinggalkan oleh orang tua, 50 kasus ditindaklanjuti selama lebih dari enam bulan setelah operasi, terhitung 76,9% dari pasien, dengan rata-rata waktu tindak lanjut 43,06 ± 28,36 bulan. 46,1% anak mengalami gangguan usus dan kandung kemih, 33,3% anak mengalami gangguan motorik, dan 22% anak mengalami keterbelakangan intelektual. Kesimpulan: Ketidakcukupan penutupan tabung saraf pada neonatus harus dievaluasi berdasarkan kualitas kelangsungan hidup, dan mereka yang memiliki indikasi pembedahan harus diobati tepat waktu, yang memiliki signifikansi positif dalam mencegah kerusakan neurologis sekunder.