Parasplenomegali adalah perubahan fisiologis yang terjadi ketika limpa berkembang secara tidak normal, dan lebih sering terjadi pada usia yang lebih muda dan tidak memerlukan perawatan khusus. Parasplenium biasanya dapat dikenali dari mekanisme terjadinya, lokasi dan gejalanya, dan jika tubuh menunjukkan manifestasi abnormal akibat parasplenium, maka harus segera diperiksa oleh dokter dan diobati dengan tepat. 1. Mekanisme terjadinya: Parasplenium adalah organ yang secara struktural dan fungsional mirip dengan limpa normal ketika satu atau beberapa massa sel mesenkim gagal menyatu dengan limpa, dan suplai darah ke parasplenium sebagian besar berasal dari arteri limpa, dan pada sebagian besar kasus, tidak ada perubahan abnormal yang terjadi. 2. Lokasi: hilus limpa adalah lokasi yang paling umum, tetapi juga dapat muncul di hilus limpa, omentum yang lebih besar, atau bermetastasis ke arah distal ke mesenterium atau ovarium; 3. Gejala: sebagian besar tidak menunjukkan gejala. Parasplenium juga berpotensi pecah, perdarahan, hiperplasia, infark, dan lesi abnormal lainnya, yang bermanifestasi sebagai sakit kepala, lemah, sakit kuning, splenomegali, demam, dan gejala anemia hemolitik lainnya. Ketika parasplenium mengalami hiperplasia, pecah atau berdarah, hal ini dapat menyebabkan gejala berkurangnya volume darah seperti nyeri epigastrium yang samar-samar, denyut nadi yang halus dan cepat, serta pusing. Ketika parasplenium mengalami emboli atau infark, maka akan bermanifestasi sebagai nyeri epigastrium yang parah yang dapat menjalar ke bahu kiri atau disertai mual dan muntah. 4. Pemeriksaan: Parasplenium biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan ultrasonografi untuk penyakit organ abdomen lainnya atau saat pembedahan. Pemeriksaan CT menunjukkan nodul bundar atau bulat telur, yang menyerupai kelenjar getah bening. MRI dapat membantu membedakan parasplenium dari massa perut lainnya. 5. Pengobatan: Parasplenium tanpa gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan, tetapi harus diobati dengan operasi pengangkatan jika terjadi komplikasi seperti penyumbatan usus atau perdarahan dari limpa yang pecah. Selain itu, karena suplai darah ke pars splenium berasal dari arteri limpa, maka pars splenium harus diangkat bersama dengan limpa pada kasus kelainan hematologi yang menyebabkan hipersplenisme. Pada kasus lain, pars splenium biasanya dapat dipertahankan untuk menjalankan fungsi limpa sebagai pengganti limpa.