Lesi sendi bahu Bibi Li yang berusia 50 tahun sembuh dengan perawatan konservatif yang komprehensif

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan umum dan informasi dalam konten berikut ini telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Seorang pasien berusia 50 tahun, Bibi Li, datang ke klinik kami dengan “nyeri bahu dengan gerakan terbatas”. Setelah menjalani MRI sendi bahu, ia didiagnosis menderita artropati bahu. Pasien direkomendasikan untuk dirawat di rumah sakit untuk perawatan konservatif yang komprehensif. Setelah pemijatan dan relaksasi, penggunaan kompres es dingin dan rehabilitasi, nyeri bahu pasien berkurang dan rentang gerak sendi bahu kembali normal.

Informasi dasar】Wanita, 50 tahun

Jenis penyakit】 Lesi sendi bahu

Rumah Sakit】Rumah Sakit Pertama Harbin

Tanggal Konsultasi】 Mei 2021

Rencana perawatan】 Perawatan konservatif yang komprehensif (pijat manual dan pelepasan + kompres dingin dengan kompres es + rehabilitasi)

Periode Perawatan】7 hari perawatan rawat inap, 1 bulan rawat jalan

Efektivitas】 Pereda nyeri dan normalisasi rentang gerak sendi bahu

I. Konsultasi awal

Pasien Li Bibi datang ke rumah sakit kami pada bulan Mei 2021. Dia melaporkan bahwa dia menderita nyeri bahu dengan gerakan aktif dan pasif sendi bahu yang terbatas, dan dia memiliki kualitas tidur yang buruk di malam hari karena rasa sakit. Setelah anamnesis yang mendetail, pasien melaporkan adanya riwayat aktivitas bahu yang berlebihan dalam waktu lama. MRI sendi bahu menunjukkan adanya peradangan di sekitar sendi bahu dan cairan dalam rongga sendi, yang mendukung diagnosis patologi sendi bahu.

II. Riwayat pengobatan

Pasien tidak mengalami kerusakan serius pada struktur intra-artikular sendi bahu yang penting, dan meskipun ia memiliki gejala nyeri bahu dan gerakan terbatas, ia tetap memiliki kekuatan bahu. Setelah berkomunikasi dengan pasien, ia setuju untuk melakukan perawatan konservatif yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Di bawah anestesi umum, sendi bahu pasien dilepaskan dengan manipulasi dan pemijatan, sehingga sendi bahu dapat sepenuhnya ditekuk dan diangkat, diculik dan dirotasi secara eksternal, dan dirotasi secara internal, sehingga merobek pita perekat sendi bahu dan memulihkan rentang gerak sendi bahu. Setelah 72 jam, praktisi rehabilitasi akan mulai memberikan pelatihan rehabilitasi aktif dan pasif untuk mengkonsolidasikan efek manipulasi sendi bahu dan melepaskan serta mengembalikan fungsi sendi bahu.

III. Hasil pengobatan

Setelah 7 hari perawatan konservatif yang komprehensif, lesi sendi bahu pasien berkurang, gejala nyeri pada dasarnya menghilang, rentang gerak dipulihkan dan pasien dapat melakukan gerakan di atas bahu, dan kualitas hidup meningkat secara signifikan. Stabilitas sendi bahu pasien berangsur-angsur membaik dan tidak ada kekambuhan karena kepatuhan terhadap latihan untuk deltoid, supraspinatus, subskapularis, dan otot-otot lain yang mengelilingi sendi bahu. Berdasarkan perbandingan antara sebelum dan sesudah perawatan, menunjukkan bahwa perawatan konservatif lebih efektif untuk pasien.

IV. Catatan

Gejala pasien membaik secara signifikan setelah perawatan konservatif, dan sebagai dokter, kami sangat senang untuk pasien. Dalam kehidupan sehari-hari, pasien harus menghindari penggunaan sendi bahu secara berlebihan, seperti sering melakukan gerakan di atas bahu harus dikontrol dengan ketat, dan memperhatikan penguatan otot-otot di sekitar sendi bahu untuk meningkatkan stabilitas sendi bahu. Gaya hidup yang baik dan sehat juga membantu pasien untuk pulih, termasuk bekerja dan beristirahat secara teratur dan tidak begadang. Pasien yang mengalami gejala klinis seperti nyeri bahu dan gerakan terbatas setelah keluar dari rumah sakit harus segera memeriksakan diri lagi untuk memastikan penyebab gejala dan mengobatinya lebih awal untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Jika kondisi ini terus berkembang, pembedahan sering kali diperlukan.

V. Wawasan pribadi

Dalam kasus ini, artropati bahu terutama terkait dengan perubahan degeneratif pada jaringan lunak. Aktivitas berlebihan jangka panjang pada sendi bahu dapat memicu perkembangan artropati bahu, yang dapat dengan mudah menyebabkan manifestasi klinis seperti nyeri bahu dan atrofi deltoid. Pasien harus melakukan tindakan pencegahan terhadap penyebabnya dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu menghindari terjadinya artropati bahu.