Ada banyak obat anti-kecemasan klinis yang memiliki indikasi yang sesuai dan efek samping toksik tertentu, dan tidak ada obat anti-kecemasan yang benar-benar aman. 1. Benzodiazepin: seperti aceprozolam, alprazolam, lorazepam, diazepam, dll., adalah anxiolytics yang lebih umum digunakan dalam praktik klinis, dan obat-obatan ini memiliki tingkat kecanduan tertentu, sehingga disarankan agar dikonsumsi di bawah bimbingan dokter. 2. Benzodiazepin: seperti aceprozolam, alprazolam, lorazepam, diazepam, dll., adalah anxiolytics yang lebih umum digunakan dalam praktik klinis, dan obat-obatan ini memiliki tingkat kecanduan tertentu, jadi disarankan agar mereka diambil di bawah bimbingan dokter. Tetrasiklin, SSRI, SNRI dan antidepresan baru lainnya juga memiliki efek meringankan tertentu pada gejala kecemasan, tetapi mungkin ada ketidaknyamanan seperti muntah, kelelahan, dan diare; 4. Obat-obatan Cina: beberapa obat-obatan Cina, seperti Jiu Wei Zhen Xin Granules dan An Xin Nian Nang Nang Liquid, juga memiliki efek tambahan tertentu dalam meredakan gejala kecemasan seperti insomnia, jantung berdebar, dan ketegangan; 5. Lain-lain: Anda juga dapat memilih vitamin B, Glutathione dan obat-obatan lain dengan efek menyehatkan pada saraf juga dapat meringankan gejala kecemasan sampai batas tertentu. Selain pengobatan untuk meredakan kecemasan, pasien juga dapat memilih untuk menjalani intervensi psikologis seperti psikoterapi suportif, terapi perilaku, terapi kognitif dan hipnoterapi untuk meredakan gejala kecemasan. Secara umum, obat biasanya aman selama digunakan di bawah bimbingan seorang profesional medis setelah konsultasi dan pemeriksaan rutin. Jika ada ketidaknyamanan atau reaksi yang signifikan terhadap pengobatan, carilah bantuan medis dan sesuaikan pengobatan Anda dengan bantuan dokter Anda.