Berhati-hatilah karena mimpi yang penuh kekerasan dapat menjadi pertanda penyakit otak!

Para peneliti di Amerika Serikat baru-baru ini menemukan bahwa orang yang meninju dan menendang saat tidur akibat mimpi yang berhubungan dengan kekerasan dapat menjadi cikal bakal penyakit otak. Para peneliti menemukan bahwa lebih dari 80 persen orang dengan gangguan perilaku tidur gerakan mata cepat di kemudian hari akan mengembangkan penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan demensia dengan badan Lewy. Temuan ini memiliki implikasi penting untuk pencegahan penyakit seperti Parkinson dan demensia. Gangguan perilaku tidur REM dapat dimanifestasikan dengan mimpi diserang, berteriak, menendang, meninju, dll., yang mengakibatkan cedera pada pemimpi atau orang yang berada di tempat tidur bersama pemimpi. Si pemimpi sering terbangun dengan ingatan yang jelas tentang mimpi tersebut disertai dengan perilaku berkelahi. Penelitian telah menunjukkan bahwa 0,4 hingga 0,5 persen orang dewasa memiliki gangguan perilaku tidur REM. Carlos Schenk, seorang ahli di Pusat Penelitian Gangguan Tidur Regional di Minnesota, Amerika Serikat, mengatakan bahwa melacak mereka yang mengalami gangguan perilaku tidur REM adalah ide yang bagus. Schenk mengatakan bahwa semakin lama mereka yang mengalami gangguan tidur REM dilacak, semakin banyak kasus penyakit neurodegeneratif yang akan ditemukan.