Depresi adalah manifestasi dari emosi negatif yang meningkat. Penderita merasa tertekan, sedih, depresi, pesimis dan putus asa, merasa tidak berguna, tidak menarik, menyalahkan diri sendiri, atau bahkan bunuh diri, dengan perasaan “hidup seperti bertahun-tahun” dan “hidup lebih buruk daripada kematian”. Sering terjadi keterlambatan dalam berpikir dan penurunan dalam berbicara dan bergerak. Namun demikian, seluruh aktivitas mental masih terkait erat dengan lingkungan sekitar. Pasien sering menggambarkan suasana hati mereka sebagai buruk, tertekan, tidak bahagia, putus asa, frustrasi, kosong, sangat sedih, sangat tidak berdaya, dan tidak tertarik pada apa pun. Pengamatan orang lain dapat digambarkan sebagai tidak ada senyuman, sedikit bicara, negativitas, wajah sedih, sangat kusam, cengeng, sentimental, efisiensi menurun, sinis, dan malas. Gejala inti: suasana hati yang tertekan (perasaan putus asa, tidak berdaya, tidak berguna) terlepas dari keadaan eksternal, hampir setiap hari selama minimal 2 minggu (76%); kurangnya minat (kehilangan kesenangan) (86%); energi rendah (kelelahan) (73%). Gejala psikologis: kecemasan (dapat disertai dengan gejala somatik) (57%), menyalahkan diri sendiri, gejala psikotik (halusinasi, delusi, dll.), gejala kognitif (berkurangnya konsentrasi, ingatan, pesimisme), ide dan perilaku bunuh diri, kesadaran diri yang tidak lengkap, keterbelakangan psikomotorik (82,2%) (pemikiran yang melambat, berkurangnya produktivitas, xerostomia parah) atau agitasi. Kelompok gejala somatik: gangguan tidur (bangun lebih dari 2 jam lebih awal, kantuk) (63-72,5%), gangguan nafsu makan, penurunan berat badan (lebih dari 5% dari bulan sebelumnya), disfungsi seksual (46%), kehilangan energi (kelelahan, ketidakmampuan untuk mendapatkan kembali kekuatan bahkan setelah istirahat, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi), siang hari yang berat dan malam hari yang ringan (endogen), gejala somatik non-spesifik (nyeri, ketidaknyamanan perifer, serangan panik, sesak napas, sering buang air kecil dan mendesak, dll.).