Gangguan kecemasan, juga dikenal sebagai neurosis kecemasan, ditandai dengan gangguan kecemasan umum (gangguan kecemasan kronis) dan keadaan panik episodik (gangguan kecemasan akut) sebagai manifestasi klinis utama, di mana kecemasan tidak disebabkan oleh ancaman yang sebenarnya, atau di mana tingkat ketegangan dan kepanikan sangat tidak proporsional dengan realitas situasi. Jadi, apa saja ciri-ciri klinis gangguan kecemasan dalam praktik klinis? Gambaran klinis gangguan kecemasan dijelaskan di bawah ini. 1. Kecemasan adalah keadaan emosional di mana pengalaman internal dasar pasien adalah rasa takut, seperti merasa gelisah, khawatir, atau bahkan sangat takut atau ketakutan. 2. Emosi ini menunjuk ke masa depan; ini menyiratkan semacam ancaman atau bahaya yang sudah dekat atau akan terjadi. 3. Emosi tidak menyenangkan dan menyakitkan, dan bisa ada perasaan akan segera mati atau akan segera pingsan dan pingsan. 4. Seiring dengan pengalaman kecemasan, ada ketidaknyamanan somatik, agitasi psikomotorik dan disfungsi vegetatif. 5. Tidak ada ancaman atau bahaya nyata atau, menurut standar yang wajar, peristiwa yang menimbulkan kecemasan tidak sebanding dengan tingkat keparahan kecemasan.