Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam mengobati depresi?

  Kemanjuran dan prognosis pengobatan depresi sampai batas tertentu bergantung pada pemahaman pasien sendiri tentang depresi dan kerja samanya dengan dokter. Poin-poin berikut ini dirangkum dengan harapan akan membantu pasien yang mengalami depresi.  (1) Depresi dalam banyak kasus merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan prognosis yang baik dalam banyak kasus.  (2) Depresi sama sekali bukan akibat dari kelemahan karakter, bukan cacat kepribadian, tetapi penyakit yang, seperti hipertensi atau diabetes, memiliki perubahan biologis yang objektif dan, oleh karena itu, tidak boleh dipandang dengan rasa malu.  (3) Pemulihan tidak selalu mulus, ada fluktuasi dan kekambuhan, dan pengobatan harus dipatuhi.  (4) Obat antidepresan tidak membuat ketagihan dan harus dilanjutkan setidaknya untuk satu episode durasi alami (6-12 bulan) untuk pasien yang mengalami episode pertama mereka. Dosis yang memadai dan pengobatan lengkap akan meminimalkan kekambuhan. Obat diminum hari ini untuk berhenti meminumnya sebanyak mungkin di masa depan, oleh karena itu, tidak boleh dihentikan secara acak.  (5) Suasana hati yang kelabu adalah gejala penyakit, sama seperti pilek atau demam, dan akan hilang bersama angin begitu penyakitnya membaik. Selalu ingatkan diri Anda untuk tidak terpengaruh oleh suasana hati Anda yang kelam dan cobalah untuk tetap bersikap positif.  (6) Olahraga teratur dapat merilekskan suasana hati Anda dan membantu Anda pulih dari depresi, tetapi ini bukan pengganti yang lengkap untuk pengobatan.  (7) Mengambil cuti dapat memperburuk depresi. Tidak dianjurkan untuk mengambil cuti sekolah atau cuti sakit jangka panjang, tetapi mencoba untuk berintegrasi ke dalam masyarakat dan secara aktif memulihkan fungsi sosial.  (8) Cobalah untuk tidak membuat keputusan besar selama pengobatan, misalnya mengenai pernikahan, pekerjaan, dll.