Apakah Anda tahu tentang kedokteran nuklir?

Kedokteran nuklir adalah disiplin ilmu yang sedang berkembang yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir dengan kedokteran, dan merupakan bagian penting dari kedokteran modern serta salah satu simbol penting dari modernisasi kedokteran. Perkembangan kedokteran nuklir berkaitan erat dengan perkembangan ilmu nuklir, dan memiliki sejarah lebih dari 60 tahun di kancah internasional. Radionuklida umumnya hanya dikenal karena radioaktivitasnya. Kedokteran nuklir adalah cabang kedokteran yang menggunakan radionuklida, yaitu berbagai jenis radiasi yang dipancarkannya, untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit. Kedokteran nuklir klinis memberikan dasar untuk mendiagnosis penyakit dengan mempelajari perubahan yang terjadi di dalam tubuh selama permulaan dan perkembangan penyakit. Diagnosis kedokteran nuklir dibagi menjadi diagnosis in vitro dan in vivo. Diagnosis in vitro adalah teknik immunoassay berlabel, yang memungkinkan kita untuk mengukur perubahan dalam jumlah kecil zat aktif biologis (misalnya hormon, antigen gula, dll.) di dalam tubuh ketika tubuh sakit. ECT adalah teknik diagnostik yang memanfaatkan perbedaan distribusi agen pencitraan berlabel radionuklida dalam tubuh manusia dalam kondisi fisiologis normal dan abnormal, dan dilakukan dengan menyuntikkan agen pencitraan ke dalam tubuh pasien dan menggunakan peralatan khusus untuk menangkap radiasi yang dipancarkan oleh radionuklida tersebut, sehingga membentuk gambar tertentu yang digunakan dokter untuk membuat diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan ini sangat aman. Ketika radionuklida digunakan untuk mengobati penyakit, radionuklida dimasukkan ke dalam tubuh pasien baik secara oral maupun melalui suntikan, di mana radionuklida secara khusus terkonsentrasi pada lesi dan rentang energi radiasi yang sangat pendek yang dipancarkan oleh radionuklida digunakan untuk bekerja pada lesi, sehingga jaringan normal tidak terpengaruh. Metode diagnostik dan terapi kedokteran nuklir bersifat sensitif, spesifik, aman, non-invasif, dan memiliki hasil yang akurat dan dapat diandalkan. Dengan perkembangan teknologi kedokteran nuklir, semakin banyak radiofarmasi yang akan digunakan dalam praktik klinis untuk kepentingan umat manusia.