Mikroalbuminuria, yang terjadi pada tahap awal nefropati diabetik, dapat membaik pada beberapa pasien setelah pengobatan aktif, sementara begitu kerusakan fungsi ginjal terjadi, ia berkembang jauh lebih cepat daripada penyakit glomerulus lainnya. Perkembangan nefropati diabetik menjadi gagal ginjal stadium akhir lebih cepat daripada penyakit ginjal pada umumnya, kira-kira 14 kali lebih cepat daripada penyakit ginjal lainnya.
Pengamatan klinis juga menemukan bahwa ketika nefropati diabetik berkembang menjadi stadium akhir (gagal ginjal), pasien memiliki prognosis jangka panjang yang lebih buruk daripada pasien dengan penyakit ginjal lainnya, apakah mereka diberikan dialisis atau transplantasi ginjal.