Fraktur kompresi tulang belakang osteoporosis sering menyebabkan rasa sakit dan keterbatasan gerakan, terutama dengan meningkatnya populasi lansia, yang kejadiannya secara bertahap meningkat. Pengobatan konservatif tradisional atau pembedahan tidak memuaskan. Dalam beberapa tahun terakhir, pengobatan invasif minimal untuk fraktur kompresi vertebra osteoporosis dengan percutaneous vertebroplasty (PVP) atau percutaneous balloon dilatation vertebral kyphoplasty (PKP), di mana semen disuntikkan ke dalam tubuh vertebra melalui tusukan perkutan, atau tubuh vertebra yang terkompresi pertama kali ditopang oleh balon, kemudian disuntikkan ke dalam tubuh vertebra untuk memperkuat semen, dapat mencapai tujuan untuk menstabilkan fraktur, memulihkan kekuatan mekanik tubuh vertebra, dan menghilangkan rasa sakit. Tujuan: Untuk menyelidiki efek klinis awal PKP dalam pengobatan fraktur kompresi vertebra osteoporosis. Metode: Pada 8 pasien dengan fraktur kompresi vertebra osteoporosis, 10 vertebra yang retak dan sekitar 16 vertebra yang berdekatan disuntik secara perkutan dengan polimetilmetakrilat (PMMA) melalui pedikel tegak lurus di bawah lengan G. Hasil: Rata-rata, 5,5 mL semen disuntikkan ke dalam setiap vertebra yang sakit pada 8 pasien. Pemeriksaan sinar-X menunjukkan bahwa semen tulang terisi dengan baik dan fraktur telah direposisi dengan memuaskan, dan ketinggian margin anterior badan vertebra meningkat secara signifikan serta sudut sudut Cobb berkurang secara signifikan setelah operasi. Vertebra yang berdekatan secara rutin disuntik dengan 2 ml semen tulang untuk mencegah kekakuan vertebra yang sakit menyebabkan fraktur vertebra yang berdekatan di masa depan, dan tidak ada kebocoran semen tulang yang jelas atau kompresi sumsum tulang belakang dan akar saraf. Rasa sakit berkurang secara signifikan atau hilang dalam waktu 6 jam hingga 3 hari setelah operasi, dan tidak ada komplikasi selama atau setelah operasi. Kelima pasien ditindaklanjuti selama 1 hingga 8 bulan, dan rasa sakit di lokasi perawatan tidak memburuk secara signifikan, morfologi tubuh vertebra tidak berubah, dan tidak ada fraktur pada tubuh vertebra yang berdekatan. Kesimpulan: Kyphoplasty vertebra adalah teknik invasif minimal yang aman dan efektif untuk pengobatan fraktur kompresi vertebra osteoporosis, yang dapat dengan cepat menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan kekuatan tulang belakang dan stabilitas tulang belakang.