Gangguan tic pada anak-anak adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan kedutan otot, yang dimanifestasikan oleh gerakan atau vokalisasi yang tidak disengaja, tiba-tiba, cepat, berulang-ulang dan stereotip. Hal ini sering dikaitkan dengan gangguan obsesif-kompulsif, hiperaktif, kesulitan belajar, gangguan suasana hati dan masalah perilaku lainnya. Ini dimulai pada masa kanak-kanak dan remaja; memiliki kecenderungan genetik yang jelas; penyebabnya masih belum diketahui; beberapa kasus mudah kambuh dan sulit disembuhkan; ini berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental anak-anak, tidak hanya mempengaruhi kehidupan sekolah dan fungsi sosial mereka; itu menempatkan beban psikologis yang berat pada orang tua; dan beberapa gejala anak-anak berlanjut hingga dewasa, mempengaruhi kegiatan sosial seperti pekerjaan dan komunikasi. Hal ini juga sulit diobati karena banyaknya masalah perilaku yang sering menyertainya; prevalensinya telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam hal presentasi, gangguan tic dibagi menjadi tic motorik dan vokal. Tics motorik adalah tics otot-otot kepala, wajah, leher, bahu, batang tubuh, dan anggota badan; tics vokal adalah tics yang melibatkan otot-otot pernapasan, faring, laring, mulut, dan hidung. Keduanya bisa dibagi ke dalam dua kategori: sederhana dan kompleks. Tics motorik sederhana sering memiliki manifestasi berikut: berkedip, menyipitkan mata, mengerutkan kening, mengangkat alis, membuka mulut, memperpanjang lidah, mencibir mulut, mulut bengkok, menjilati bibir, mengerutkan hidung, mengangguk-angguk kepala, menggelengkan kepala, memutar kepala, memiringkan leher, mengangkat bahu, menggerakkan jari-jari tangan, menggosok tangan, mengepalkan tangan, menggerakkan pergelangan tangan, mengangkat tangan, memperpanjang atau memutar internal lengan, menggerakkan jari-jari kaki, meregangkan kaki, mengguncangkan kaki, berjinjit, mengaduk-aduk kaki, memperpanjang lutut, menekuk lutut, memperpanjang pinggul, menekuk pinggul, mengangkat dada, menyelipkan perut, memutar pinggang, dll. 2. Tics motorik yang kompleks meliputi: memutar mata, membuat wajah, memutar mata, memutar jari, tangan berkibar-kibar, tangan bertepuk tangan, melambaikan tangan bagian atas, gerakan menusuk-nusuk, anggota badan berkibar-kibar, tinju dada, gerakan membungkuk, rahang menyentuh lutut, memutar batang tubuh, melompat, berjongkok, berlutut, menendang, bersandar pada lutut, menginjak, melompat, melompat, melempar, mengetuk-ngetuk, menyentuh, mengendus 3. Vokal tics sederhana adalah monoton, mendengus, menggeram, mendengus, mendengus, berdeham, berdeham, batuk, mencicit, berteriak, berteriak, mendengus, meludahi, bersiul, menghisap, menggonggong, panggilan burung, dll. 4. Vokal tics yang kompleks adalah kata, frasa, frasa, kalimat pendek, pengulangan kata atau frasa, pengulangan ucapan, imitasi ucapan, kata-kata kotor (mengumpat atau bersumpah tanpa alasan), dll. Ada juga manifestasi spesifik dari gangguan tic yang dapat dengan mudah diabaikan atau salah didiagnosis, seperti sensasi abnormal, dada sesak, menahan napas, napas seperti desahan dan ketidaknyamanan leher. Tentu saja, tidak cukup hanya mengandalkan tanda-tanda ini saja untuk mendiagnosis gangguan tic, tetapi banyak kondisi lain yang harus disingkirkan.