Apa saja tanda dan gejala Sindrom Tourette pada anak-anak?

  Gejala utama gangguan tic pada anak-anak adalah: tic motorik atau/dan vokal, tic sensorik dan masalah perilaku.  1. Tics motorik: Tics motorik adalah kontraksi otot-otot kepala, wajah, leher dan bahu, batang tubuh, dan anggota badan yang tidak disengaja, tiba-tiba, dan cepat. Hal ini diklasifikasikan ke dalam tics motorik sederhana dan kompleks menurut jangkauan, karakteristik dan tingkat keparahan kelompok otot yang terlibat.  Tics motorik sederhana adalah gerakan yang tiba-tiba, singkat, berulang-ulang, tanpa tujuan, biasanya melibatkan satu atau beberapa kelompok otot yang lebih kecil, sering kali dalam semburan dan dalam bentuk individu yang terisolasi, seperti berkedip, mengangkat bahu, menggelengkan kepala, mata bergulir ke atas, atau hidung bergetar.  Kedutan motorik yang kompleks adalah eksekusi yang disengaja dari tindakan acak, rangkaian gerakan yang terkoordinasi seperti menyentuh hidung, menyentuh orang lain, seolah-olah mengendus, melompat, perilaku cabul (perilaku menjijikkan) dan mimikri. Atau, kedutan kompleks tanpa tujuan dapat mencakup menggelengkan kepala, mengangkat bahu, menendang kaki berulang kali dan berbagai gerakan wajah.  Tics vokal: Tics vokal adalah tics yang melibatkan otot-otot pernapasan, faring, laring, mulut, dan hidung, yang berkontraksi untuk menghasilkan suara vokal melalui aliran udara di hidung, mulut, dan tenggorokan.  Tics vokal sederhana sering ditandai dengan dengusan seperti binatang yang diulang-ulang, berdehem, mengaum, dan mendengus.  Tics vokal yang kompleks sering ditandai dengan produksi berulang-ulang suara ucapan yang bermakna, seperti kata-kata kotor, bahasa imitatif atau bahasa yang berulang-ulang.  3. Kedutan sensoris: Apabila kedutan motorik atau vokal didahului oleh keluhan ketidaknyamanan lokal, maka disebut kedutan sensoris. Misalnya, perasaan tertekan, gatal, panas, dingin, dll. atau perasaan impulsif atau cemas. Kedutan motorik terjadi untuk meredakan ketidaknyamanan di bagian tubuh yang terkena, dan kedutan vokal terjadi untuk meredakan ketidaknyamanan di tenggorokan. Tics sensorik dapat dilihat sebagai gejala pendahulu dari tics motorik atau vokal.  4. Masalah perilaku: Anak-anak dengan gangguan tic sering memiliki komorbiditas psiko-perilaku. Contohnya termasuk gangguan obsesif-kompulsif (OCD), termasuk pikiran atau perilaku obsesif-kompulsif atau keduanya; gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD), kesulitan belajar (LD), gangguan tidur (SD), perilaku melukai diri sendiri, perilaku yang mengganggu (DB), gangguan suasana hati (ED), penganiayaan, dll.