Beberapa anak dengan ADHD mungkin menunjukkan efek samping obat saat meminumnya, terutama ketika mereka pertama kali mulai meminumnya. Kehilangan nafsu makan: Hal ini terjadi terutama pada pagi atau tengah hari, dan sebagian besar anak mendapatkan kembali nafsu makannya pada malam hari. Anak-anak yang sedang dalam pengobatan harus diberikan banyak makanan setiap hari, terutama pada saat nafsu makannya baik (misalnya makan malam) untuk melengkapi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Enzim penambah nafsu makan atau sediaan herbal juga dapat digunakan. Mengkonsumsinya dengan sarapan atau setelah makan dapat mengurangi efek samping berkurangnya nafsu makan, tetapi mungkin juga sedikit kurang efektif. Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah: Anak Anda mungkin mengalami peningkatan ringan dalam denyut jantung dan tekanan darah saat minum obat, namun perubahan ini ringan dan tidak menimbulkan risiko apa pun bagi sebagian besar anak. Namun demikian, jika anak Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, Anda harus memberi tahu dokter Anda, supaya obat dapat dipantau secara tepat apabila dosisnya disesuaikan. Insomnia: Beberapa anak tertidur lebih lambat dari biasanya di malam hari setelah minum obat, terutama mereka yang minum obat di larut malam atau di sore hari. Jika terjadi kesulitan yang parah untuk tertidur, dokter harus diberitahu untuk menyesuaikan dosis atau durasi pengobatan atau untuk menggabungkannya dengan sesuatu untuk meningkatkan kualitas tidur. Kedutan neurotik: seperti berkedip tanpa disengaja, mengerutkan kening, mengangkat hidung, atau ledakan singkat. Paling sering terlihat pada anak-anak dengan kedutan sebelumnya atau riwayat keluarga kedutan yang menggunakan preparat methylphenidate. Kantuk: Anak-anak yang mengonsumsi tomoxetine mungkin merasa mengantuk pada awal dosis atau ketika dosis ditingkatkan, yang biasanya mereda secara spontan dalam 1-2 minggu.