Jangan pernah menganggap gangguan tic pada anak sebagai masalah yang buruk

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai anak-anak yang sering berkedip, mengerutkan dahi, mengernyit, cemberut, membuka mulut, dan menggelengkan kepala. Faktanya, anak-anak ini menderita suatu kondisi yang disebut tic disorder dan perlu segera diperiksakan. Gangguan tic pada anak adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan kedutan otot, yang ditandai dengan gerakan atau vokalisasi yang tidak disengaja, tiba-tiba, cepat, berulang, dan stereotip. Gangguan ini sering dikaitkan dengan gangguan obsesif-kompulsif, hiperaktif, kesulitan belajar, gangguan suasana hati, dan sejumlah masalah perilaku lainnya. Gangguan ini tidak hanya berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental anak-anak, tetapi juga memengaruhi kehidupan sekolah dan fungsi sosial mereka; gangguan ini memberikan beban psikologis yang berat bagi orang tua; dan beberapa anak dengan gangguan ini terus mengalami gejala hingga dewasa, sehingga memengaruhi pekerjaan dan aktivitas sosial; prevalensi gangguan ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jika gejalanya ringan dan tidak memengaruhi kehidupan dan pembelajaran, tidak diperlukan pengobatan. Mereka yang memiliki gejala berat yang memengaruhi kehidupan dan pembelajarannya membutuhkan pengobatan aktif. Penting untuk ditekankan bahwa perbedaan individu dalam gangguan tic sangat nyata dan mereka merespons secara berbeda terhadap rencana perawatan yang sama, yang harus diindividualisasikan dan diintegrasikan.