Dapatkah Anda mengonsumsi vitamin B1B2 secara bersamaan?

Vitamin B1 dan B2 dapat dikonsumsi bersamaan. Vitamin B1 dan vitamin B2 merupakan zat gizi mikro yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, dan keduanya jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup pada waktu yang sama umumnya tidak menimbulkan efek samping. Vitamin B1, juga dikenal sebagai tiamin atau anti-neuritisin, adalah vitamin yang larut dalam air yang pertama kali ditemukan, disintesis oleh jamur, mikroorganisme dan tumbuhan, dan terutama digunakan untuk penyakit kaki dan neuritis, dll. Vitamin B1 juga dapat menjaga metabolisme normal tubuh manusia. Vitamin B1 banyak ditemukan dalam sereal, kacang-kacangan dan buah-buahan kering, jeroan hewan, daging tanpa lemak, telur unggas dan sebagainya. Perlu dicatat bahwa vitamin B1 seperti asam dan takut alkali tidak mentolerir suhu tinggi, tidak dapat dikombinasikan dengan aspirin, obat alkali dan pCms yang mengandung tanin. Vitamin B2, juga dikenal sebagai riboflavin, adalah sejenis vitamin B, sedikit larut dalam air, dalam pemanasan larutan netral atau asam stabil, mudah dicerna dan diserap. Hal ini terutama digunakan dalam pengobatan stomatitis, radang labial, radang skrotum, dll. Juga dapat digunakan dalam pengobatan nutrisi ekstraseluler gastrointestinal dan malnutrisi karena asupan yang tidak mencukupi, penurunan berat badan yang progresif, dan penyakit lainnya. Ini banyak ditemukan di hati hewan, ginjal, kuning telur, belut, dan susu. Perlu dicatat bahwa vitamin B2 tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan metoclopramide, obat tidur, dll., Dan juga tidak boleh dikonsumsi saat perut kosong, dan urin setelah meminumnya berwarna hijau kekuningan.