Ada banyak cara untuk mengonsumsi tonik di musim dingin, dan di antara sekian banyak ramuan tonik, yang paling murah dan indah adalah jujube, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan merupakan sumber kesehatan yang tidak ada habisnya. Sebaiknya makan tiga buah kurma sehari untuk menjaga kulit Anda tetap terlihat bagus, dan tambahkan kurma ke dalam bubur Anda. Jujube telah dibudidayakan di Cina selama lebih dari 4.000 tahun dan merupakan salah satu dari “lima buah” (persik, plum, prem, aprikot, dan jujube). Menurut pengobatan Tiongkok, jujube memiliki rasa yang manis dan hangat serta dapat menyehatkan limpa dan perut, mengisi kembali qi dan darah, menyehatkan darah, menenangkan pikiran dan menenangkan jiwa. Sangat cocok untuk penyakit defisiensi, termasuk kelemahan limpa dan lambung, kekurangan qi dan darah, kelelahan, insomnia dan mimpi, serta untuk pasien tumor pasca operasi dan pasca radioterapi. Di musim dingin, makan lebih banyak jujube, baik untuk orang tua, orang dewasa maupun anak-anak, adalah cara yang ekonomis untuk menyehatkan tubuh. Jujube kaya akan protein, lemak, serat kasar, gula, karoten, vitamin B, vitamin C, vitamin P, kalsium, fosfor, zat besi, dan adenosin monofosfat siklik, sehingga dikenal sebagai “pil vitamin alami”. Jujube mengandung berbagai jenis vitamin dan memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, yaitu 13 kali lebih tinggi daripada jeruk, sehingga memiliki manfaat anti-penuaan dan kecantikan. Adenosin fosfat siklik yang terkandung dalam jujube adalah komponen penting dari metabolisme sel manusia, yang dapat menghilangkan kelelahan, meningkatkan nutrisi miokard, meningkatkan sirkulasi mikro, dan memiliki efek yang baik pada pencegahan dan pengobatan penyakit sistem kardiovaskular. Selain itu juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menghambat pembelahan sel kanker, yang memiliki efek anti kanker yang kuat. Jujube dikenal dengan kandungan gulanya yang tinggi, dengan jujube segar yang mengandung lebih dari 20% gula dan jujube kering mencapai 60% -70%, meskipun ada yang bersifat oligosakarida, namun penderita diabetes tidak boleh makan lebih banyak, dan penderita obesitas yang mengalami batuk berdahak, lembab atau panas dalam juga tidak diperbolehkan makan lebih sering.