Apa yang Anda ketahui tentang kuku dan penyakit?

  Ternyata dengan melihat kesepuluh jari dapat mengungkapkan banyak hal. Kuku adalah bagian dari kulit manusia dan jika ada masalah dengan pigmentasi atau penampilannya, hal ini dapat mengindikasikan sejumlah penyakit sistemik, seperti penyakit paru-paru, penyakit jantung, dan bahkan keracunan logam berat.
  Kuku terbuat dari keratin, yang merupakan sel mati, dan tumbuh karena terus menerus diperas oleh sel-sel hidup di dasar kuku. Kuku seperti mikrokosmos tubuh dan mencerminkan kondisi kesehatan. Kuku yang normal biasanya halus, berwarna merah muda dan bentuknya bening. Namun, jika organ-organ dalam tubuh Anda tidak berfungsi dengan baik, hal ini secara langsung dapat mempengaruhi kesehatan kuku Anda. Jika kuku Anda adalah cerminan kesehatan Anda, bukankah seharusnya kuku Anda terawat dengan baik?
  Dalam pengobatan Barat, tes darah dan urin biasanya digunakan untuk mengetahui apakah seseorang sakit; dalam pengobatan Tiongkok, denyut nadi diambil, lidah dilihat, dan warna kulit diamati.
  Namun ternyata, pengamatan sederhana pada sepuluh jari juga dapat mengungkapkan banyak hal. Kuku adalah bagian dari kulit tubuh dan jika ada masalah dengan pigmentasi atau penampilannya, hal ini dapat mengindikasikan sejumlah penyakit sistemik, seperti penyakit paru-paru, penyakit jantung, dan bahkan keracunan logam berat.
  Kuku terbuat dari keratin, yang merupakan sel mati, dan tumbuh karena terus menerus diperas oleh sel-sel hidup di dasar kuku. Kuku seperti mikrokosmos tubuh dan mencerminkan kondisi kesehatan. Kuku yang normal biasanya halus, berwarna merah muda dan bentuknya bening. Namun, jika organ-organ dalam tubuh Anda mengalami gangguan, kesehatan kuku Anda akan terpengaruh secara langsung.
  1. Mudah rapuh dan retak.
  Penyebab: Masalah sirkulasi darah; atau kekurangan vitamin A, C, B3, B6 atau kalsium, zat besi, dll; atau gangguan tiroid.
  2. Kulit menonjol ke atas dan menebal.
  Penyebab: karena kekurangan oksigen, baik akibat penyakit paru-paru kronis atau kanker paru-paru; atau penyakit jantung bawaan; atau menderita penyakit genetik lainnya.
  3. Rapuh, dengan penyok atau bahkan keluar dari bantalan kuku.
  Penyebab: Kemungkinan eksim, psoriasis, atau cedera.
  4. Perubahan warna atau perubahan bentuk.
  Penyebab: Kemungkinan infeksi jamur, virus atau kuman. Jika kuku terinfeksi Pseudomonas, kuku bahkan dapat berubah warna menjadi hijau. Kuku yang menguning terutama mencerminkan masalah trakea kronis.
  5. Muncul garis horizontal yang dalam pada permukaan kuku.
  Penyebab: Kekurangan protein yang parah, yang dapat disebabkan oleh kekurangan gizi atau efek samping kemoterapi.
  6. Bintik putih atau garis-garis putih.
  Penyebab: Bintik putih ringan mungkin disebabkan oleh kekurangan nutrisi, sementara kasus yang parah mungkin disebabkan oleh keracunan logam berat arsenik, dan penyerapan keracunan perak yang berlebihan dapat menyebabkan kuku membiru.
  7. Pembelahan ujung depan.
  Penyebab: Air basah terlalu lama; penggunaan cat kuku atau pembersih kuku yang berlebihan.
  8. Warna keruh dengan garis-garis gelap di ujung kuku.
  Penyebab: Dapat mencerminkan penyakit serius seperti kanker, penyakit jantung, atau diabetes.
  Bagaimana cara memperbaikinya? Jika Anda memiliki masalah dengan kuku Anda, Anda harus segera menemui dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan perawatan dini. Untuk kuku yang lebih sehat, Anda juga dapat memulainya dari pola makan.
  1. Protein yang cukup: Kuku terdiri dari protein. Jika garis-garis putih muncul di pangkal kuku secara teratur, ada kemungkinan Anda kekurangan protein, jadi disarankan untuk makan lebih banyak kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, telur, atau daging.
  2. Kalsium untuk memperkuat kuku: Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kuku kering dan rapuh.
  3. Vitamin untuk mencegah garis-garis halus: Vitamin B dapat meningkatkan pertumbuhan kuku dan mempertahankan warna yang sehat.
  4. Mineral untuk mencegah bintik-bintik putih: Bintik-bintik putih pada kuku dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang serius, atau kekurangan seng atau zat besi. Makanan yang kaya akan seng termasuk makanan laut, telur, dan daging.