Perawatan psikologis untuk gangguan kecemasan

Pendidikan kesehatan dapat digunakan untuk membuat sifat penyakit menjadi jelas bagi pasien, untuk meyakini bahwa tidak ada lesi substansial pada organ tubuh, untuk mengurangi kegugupan dan ketakutan buta pasien, dan untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran dengan pasien, yang dapat memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman penuh tentang penyakitnya dan meningkatkan kerja sama pasien dalam pengobatan. Selama serangan kecemasan, pengalaman kecemasan juga dapat dipahami dengan benar untuk menghindari kejengkelan lebih lanjut dari kecemasan dan memutus lingkaran setan yang telah terbentuk. Terapi perilaku kognitif juga dapat digunakan untuk mengubah kesalahpahaman pasien dan menghilangkan penyebab gangguan kecemasan yang menetap. Tentu saja, perawatan perilaku seperti pelatihan relaksasi, latihan pernapasan dan teknik pengalihan perhatian juga memainkan peran penting dalam meredakan gejala gangguan kecemasan. Jika pasien berada dalam posisi yang paling nyaman, ia bisa duduk dan bersandar di sofa atau kursi malas dengan lengannya bertumpu pada sandaran lengan. Pertama, biarkan pasien mengepalkan tangannya dan kemudian melepaskannya, mengepalkan giginya dan kemudian melepaskannya. Kemudian latihan relaksasi dimulai dengan lengan bawah, kemudian wajah, leher, bahu, punggung, dada, perut dan tungkai bawah secara bergantian. Latihan yang berulang-ulang ini dapat menyebabkan suasana hati yang tenang, detak jantung yang teratur, dan bahkan bernapas, yang baik untuk gangguan kecemasan akut. Jika tersedia, pasien dapat melakukan pelatihan relaksasi yang dipantau oleh perangkat biofeedback. Selain itu, pasien harus mengembangkan berbagai macam hobi, berpartisipasi dalam kegiatan kelompok dan partisipasi moderat dalam latihan fisik, yang juga memainkan peran yang sangat penting dalam memperbaiki gejala gangguan kecemasan.