Paru-paru kita selalu bekerja keras – orang dewasa yang sehat bernapas lebih dari 20.000 kali sehari – tetapi ini juga tentang apa yang kita ‘lakukan’ yang membuat paru-paru bekerja dengan baik.
Bahan kimia, bakteri, asap rokok dan jelaga, serat, debu dan bahkan hal-hal yang mudah diabaikan dapat merusak saluran udara dan mengancam kesehatan paru-paru.
Paru-paru kita kompleks dan rapuh, dan paparan pekerjaan dan lingkungan dapat menyebabkan fibrosis paru-paru, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), infeksi dan bahkan kanker.
Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan komponen beracun seperti asbes, arsenik, kromium, nikel, berilium, kadmium, tar dan jelaga di tempat kerja dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.
Namun demikian, banyak penyakit paru-paru akibat kerja yang dapat dicegah dan ada perbaikan yang dapat dilakukan tergantung pada proses dan kondisi kerja.
Orang-orang perlu lebih waspada terhadap potensi kerusakan paru-paru dalam pekerjaan dan lingkungan mereka sendiri, misalnya, dengan meningkatkan ventilasi, memakai alat pelindung dan mengubah praktik kerja.
Langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk mengurangi risiko penyakit paru-paru dan bahkan kanker paru-paru di tempat kerja bagi orang-orang dalam pekerjaan berikut ini
Pelayan
Perokok pasif sangat terkait dengan kanker paru-paru, dan jika kota Anda mengizinkan merokok di tempat umum, kemungkinan menghirup asap rokok pasif meningkat.
Di restoran bebas rokok, bar dan tempat hiburan lainnya, para pelayan bekerja dalam kabut asap, dan hanya sedikit dari mereka yang mengenakan masker untuk melayani pelanggan.
Jika Anda tidak bisa mengubah lingkungan kerja Anda, ubahlah diri Anda sendiri, dan jika bisa, ubahlah pekerjaan Anda.
Pengurus rumah tangga dan petugas kebersihan
Beberapa produk pembersih, bahkan yang disebut produk ‘hijau’ atau ‘alami’, mengandung bahan kimia berbahaya yang memicu asma.
Bahan pembersih mengandung bahan kimia aktif yang tidak hanya berinteraksi dengan kotoran, tetapi juga “bersentuhan dekat” dengan jaringan paru-paru.
Beberapa pembersih melepaskan senyawa organik yang mudah menguap yang menyebabkan penyakit pernapasan kronis dan reaksi alergi, jadi bacalah label dan ikuti petunjuk saat menggunakannya.
Ketika membersihkan, cobalah pembersih sederhana seperti cuka, air atau soda kue, dan jaga agar jendela dan pintu tetap terbuka untuk ventilasi yang baik.
Pekerja perawatan kesehatan
Petugas kesehatan yang bekerja di fasilitas perawatan kesehatan atau panti jompo berada pada peningkatan risiko terkena penyakit paru-paru seperti tuberkulosis, influenza dan sindrom pernapasan akut yang parah (SARS).
Petugas kesehatan harus menerima imunisasi seperti vaksinasi influenza tepat waktu seperti yang dipersyaratkan oleh CDC.
Sarung tangan lateks atau produk lain yang mengandung lateks juga dapat menyebabkan asma, dan memilih produk bebas lateks dapat mengurangi risiko.
Penata Rambut
Beberapa pewarna rambut dapat menyebabkan asma akibat kerja dan beberapa bahan kimia yang digunakan untuk meluruskan rambut mengandung formaldehida karsinogen, yang dapat menyebabkan iritasi parah pada mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru.
Penting untuk menjaga ventilasi yang baik dan jika Anda tidak bisa memakai masker, setidaknya lebih waspada terhadap bahan kimia yang Anda gunakan setiap hari.
Pekerja manufaktur
Bekerja di beberapa pabrik meningkatkan kemungkinan mengembangkan atau memperparah asma.
Pekerja dapat menghirup banyak bahan berbahaya seperti debu logam, dan menghirup debu silika atau pasir halus dapat menyebabkan “silikosis”, penyakit yang menyebabkan jaringan parut pada paru-paru.
Bekerja di tempat-tempat ini meningkatkan risiko kanker paru-paru, seperti halnya paparan debu silika atau pasir halus di lingkungan seperti tambang, tambang batu bara, dan pengecoran logam.
Pekerja yang memproduksi popcorn microwave juga berisiko terkena “popcorn lung”, penyakit yang secara ilmiah dikenal sebagai bronkitis oklusif, yang dikaitkan dengan paparan rasa kimia tertentu dalam produksi.
Sekali lagi, mengenakan masker dan menjaga ventilasi adalah kuncinya, tetapi pemakan popcorn tampaknya tidak berisiko terkena ‘popcorn lung’.
Praktisi Industri Asbes
Pekerja yang menghancurkan dan merenovasi bangunan tua dapat menghirup asbes, yang sering digunakan sebagai insulasi untuk pipa atau ubin lantai.
Tidak hanya pekerja konstruksi, tetapi juga di tempat kerja seperti tambang, pabrik tepung, pabrik tekstil, galangan kapal, dan pabrik semen, dapat terpapar asbes.
Menghirup serat asbes dalam jumlah kecil pun telah dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk tumor ganas: mesothelioma.
Selain itu, menghirup asbes meningkatkan risiko kanker paru-paru sel kecil dan menyebabkan fibrosis paru-paru, sehingga penting bagi pekerja untuk memahami risiko dan bekerja dengan aman.
Petani dan peternak
Menanam tanaman dan memelihara ternak juga dapat menyebabkan penyakit serius, seperti pneumonia alergi, kondisi langka dan serius yang menyebabkan peradangan alveoli dan pembentukan jaringan parut, dan sering terpapar biji-bijian atau jerami yang “dipenuhi” jamur dapat meningkatkan risiko.
Biji-bijian dalam kaleng logam bisa berjamur dan menghirup debu biji-bijian ini dapat menyebabkan demam, menggigil dan penyakit seperti flu yang mirip dengan ‘sindrom keracunan debu organik’, dan para petani sering menderita batuk-batuk dan sesak dada.
Pekerja yang mengelola kandang babi dan kandang ayam terkadang menderita gejala seperti asma dan debu ini, dikombinasikan dengan kadar amonia, juga tampaknya menjadi faktor risiko, jadi penting untuk melindungi biji-bijian dari kelembaban, memastikan ventilasi dan memakai masker debu.
Detailer mobil
Detailer mobil sering terpapar pada sekelompok bahan kimia yang disebut isosianat, yang merupakan penyebab utama asma akibat kerja.
Mengenakan masker pelindung di tempat kerja, menutup area pengecatan dan meningkatkan ventilasi dapat membantu mengurangi risiko penyakit, tetapi tidak ada yang seaman menggunakan bahan yang aman.
Petugas Pemadam Kebakaran
Petugas pemadam kebakaran tidak hanya terpapar panas terik api, tetapi juga plastik yang terbakar dan beberapa bahan kimia.
Mereka juga digunakan tidak hanya selama pemadaman kebakaran, tetapi juga ketika membersihkan api, karena ventilasi sangat penting karena udara masih mengandung banyak bahan kimia setelah api dipadamkan.
Penambang
Penambang batubara bawah tanah berisiko terkena banyak penyakit. Penyakit pernapasan kronis seperti bronkitis dan pneumokoniosis (juga dikenal sebagai ‘penyakit paru-paru hitam’) merupakan ancaman serius bagi kesehatan pekerja.
Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh menghirup debu batu bara, yang dapat tertanam di paru-paru, menyebabkan paru-paru menjadi mengeras dan fibrotik secara ekstensif, yang menyebabkan kesulitan bernapas dan bahkan kondisi yang mengancam jiwa.
Mengenakan peralatan pelindung dapat membatasi jumlah debu yang terhirup.
Ditinjau bersama oleh: Rumah Sakit Rakyat Provinsi Guangdong, Institut Kanker Paru Guangdong Dr.