Sindrom Fibromyalgia (FS) adalah penyakit rematik non-artikular yang ditandai dengan rasa sakit dan kekakuan di berbagai area sistem muskuloskeletal, dengan titik-titik tekanan di area tertentu. Sindrom Fibromyalgia dapat terjadi akibat trauma, berbagai penyakit rematik seperti osteoartritis, artritis reumatoid, dan berbagai penyakit non-reumatik (misalnya hipotiroidisme, keganasan). Penyakit ini termasuk dalam kategori kelumpuhan, kelumpuhan berjalan, kelumpuhan otot dan sakit pinggang dalam pengobatan Tiongkok. Sindrom Fibromyalgia paling sering terlihat pada wanita, dengan usia onset yang paling umum adalah 25 hingga 45 tahun. Manifestasi klinisnya bervariasi, tetapi ada empat kelompok gejala utama seperti yang dijelaskan di bawah ini. Gejala utamanya adalah nyeri yang menyebar dan titik-titik tekanan di seluruh tubuh, yang umum terjadi pada semua pasien sindrom fibromyalgia. Rasa sakit tersebar luas di seluruh tubuh, terutama di kerangka medial (leher, tulang belakang dada, punggung bawah) dan di korset skapula dan panggul. Lokasi umum lainnya adalah, secara berurutan, lutut, tangan, siku, pergelangan kaki, kaki, punggung atas, punggung tengah, pergelangan tangan, pinggul, paha dan betis. Sebagian besar pasien menggambarkan rasa sakit ini sebagai rasa menusuk dan menyusahkan. Pasien sering melaporkan nyeri sendi, tetapi ketika ditanya lebih dekat, mereka menjawab bahwa sendi, otot dan bahkan kulit terasa sakit. Gejala lain yang umum terjadi pada semua pasien adalah adanya titik-titik tekanan yang meluas pada tendon, otot, dan jaringan lain, sering kali dalam pola yang simetris. Respons pasien terhadap ‘tekanan’ berbeda dari biasanya pada titik-titik tekanan, tetapi tidak pada area lain. Nyeri tekanan dapat ditimbulkan ketika tekanan lebih rendah dari normal, seperti yang diukur dengan pengukur nyeri. 2. Gejala karakteristik Kelompok gejala ini meliputi gangguan tidur, kelelahan dan kekakuan di pagi hari. Sekitar 90% pasien mengalami gangguan tidur, yang dimanifestasikan sebagai insomnia, mudah terbangun, bermimpi berlebihan, dan tidak aktif secara mental. 50% hingga 90% pasien mengalami kelelahan, dan sekitar separuh pasien mengalami gejala kelelahan yang parah. 3. Gejala umum Gejala yang paling umum pada kelompok ini adalah mati rasa dan bengkak. Pasien sering mengeluhkan pembengkakan sendi dan peri-artikular, tetapi tidak ada tanda-tanda objektif. Hal ini diikuti dengan sakit kepala dan sindrom iritasi usus besar. Sakit kepala dapat diklasifikasikan sebagai sakit kepala migrain atau non-migrain, yang terakhir adalah nyeri tumpul, nyeri tekan di daerah oksipital atau di seluruh kepala. Kelainan psikologis termasuk depresi dan kecemasan juga lebih sering terjadi. Selain itu, kemampuan pasien untuk bekerja berkurang, dengan sekitar 1/3 pasien perlu berganti pekerjaan dan sebagian kecil tidak dapat mempertahankan pekerjaan sehari-hari. Gejala-gejala di atas sering kali diperburuk oleh cuaca dingin dan lembab, stres mental, dan kelelahan. 4 . Gejala campuran Sindrom fibromyalgia primer jarang terjadi Sebagian besar pasien dengan sindrom fibromyalgia menderita beberapa jenis rematik pada saat yang bersamaan. Dalam hal ini, gejala klinisnya adalah saling terkait dan tumpang tindih dari kedua gejala tersebut.