Pengantar pengobatan farmakologis untuk gangguan mental pada anak-anak

  Masa kanak-kanak adalah tahap penting dalam pertumbuhan dan perkembangan setiap manusia. Penilaian perkembangan mental dan kondisi kejiwaan tidak hanya membutuhkan psikiater spesialis tetapi juga pengamatan, perawatan, dan pemberian makan oleh orang tua.  Anak-anak dengan gangguan kejiwaan dan psikologis harus dilihat dan ditangani secara proaktif. Dalam hal pengobatan, pengobatan utama meliputi terapi psikologis dan farmakologis. Secara khusus, pengobatan sangat penting untuk beberapa gangguan mental yang lebih serius. Banyak orang tua yang memiliki banyak pertanyaan tentang penggunaan obat untuk anak-anak mereka, jadi di sini kami akan membahas secara rinci masalah yang perlu ditangani selama penggunaan obat psikiatri. Jangan percaya begitu saja pada rumor palsu tentang “obat penyembuh”, yang dapat menunda waktu pengobatan terbaik dan menyebabkan keracunan atau efek samping yang serius akibat kerja obat psikiatri pada sistem saraf pusat.  2. Saat memberikan riwayat medis kepada dokter, selain menjelaskan manifestasi patologis anak, dokter harus diberitahu secara rinci tentang penyakit fisik serius sebelumnya, seperti penyakit hati, ginjal, penyakit kardiovaskular, dan alergi obat, dan meringkas status mental dan psikologis anak sebelum dan sesudah sakit, selain apa yang kita anggap sebagai manifestasi perilaku dan psikologis yang tidak normal, serta aktivitas perilaku, makan, tidur, dan perkembangan fisik anak setiap hari, karena ada Ada banyak penyakit fisik yang memiliki kelainan kejiwaan sebagai gejala awalnya.  Setelah menerima diagnosis dari dokter profesional, anak harus menjalani pemeriksaan fisik dan laboratorium yang diperlukan sebelum obat diberikan, dan obat yang tepat harus dipilih sesuai dengan kondisi fisik dan usia anak, untuk mencegah reaksi fisik yang merugikan yang mungkin disebabkan oleh obat dan untuk meminimalkan efek samping obat.  Orang tua harus meminum obat anak-anak mereka tepat waktu untuk menghindari terlewat, penyalahgunaan atau overdosis. Sebagian besar anak-anak dengan penyakit mental dirawat di klinik rawat jalan, dan pengawasan keluarga merupakan faktor kunci dalam menentukan apakah obat diminum di rumah sesuai resep. Ketika dokter meresepkan, orang tua harus jelas tentang pentingnya pengobatan, tidak menyesuaikan dosis obat sendiri, dan kembali ke rumah sakit tepat waktu jika terjadi reaksi atau fluktuasi yang tidak diinginkan setelah minum obat.  4. Untuk mencapai tindak lanjut yang teratur terhadap anak, periode penggunaan psikotropika perlu dilakukan selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun. Pada tahap awal penggunaan narkoba, anak harus ditindaklanjuti setiap 1 hingga 2 minggu sekali, dan intervalnya dapat diperpanjang kemudian.  Anak-anak adalah individu yang sedang berkembang dan efek obat pada setiap anak tidak sama. Inilah sebabnya mengapa penting untuk selalu waspada saat memberikan obat kepada anak-anak. Obat-obatan psikotropika memiliki sejarah yang pendek, sehingga efek jangka panjangnya belum ditemukan. Iklan-iklan perusahaan farmasi asing sering kali mencerminkan “gunakan dengan hati-hati pada wanita hamil dan anak-anak”, sementara petunjuk obat di China lebih banyak menjelaskan tentang kemanjurannya, tetapi kurang menjelaskan tentang efek sampingnya. Sebagian besar dokter akan melakukan tes laboratorium untuk menilai efeknya terhadap metabolisme hati dan ginjal sejak mengonsumsi obat.  6. Perilaku dan suasana hati anak dipengaruhi oleh faktor biologis dan juga lingkungannya. Semakin tua usia anak, semakin besar pengaruh faktor lingkungan, sehingga tidak mungkin menyelesaikan semua masalah dengan satu obat.