Apa saja penyebab umum keterbelakangan mental pada anak?

Deteksi dini keterbelakangan mental pada anak biasanya sulit dilakukan karena ketidakmampuan mereka untuk berbicara. Namun, jika Anda mengetahui tanda dan gejala keterbelakangan mental pada anak berikut ini, Anda dapat mendeteksi secara dini dan dapat melakukan konseling. Ada sekitar 10 tanda dan gejala keterbelakangan mental pada anak: ① Tidak tersenyum. Bayi yang mengalami keterbelakangan mental umumnya tidak tersenyum, atau hanya tertawa kecil. (2) Tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar. Setelah usia 6 bulan, bayi masih belum dapat melihat orang dewasa berbicara dengannya. Rentang perhatian yang buruk dan tatapan kosong. Kesulitan makan. Mual dan muntah sering terjadi saat anak makan, kemampuan mengunyah yang buruk, dan tersedak. Lidah menjulur, mengeluarkan air liur, bahkan sampai usia 2-3 tahun. Setelah usia 1 tahun, anak masih belum dapat mengucapkan kata-kata dengan jelas. (6) Perkembangan motorik yang tertunda, anak tidak dapat mengangkat kepalanya pada usia 4 bulan, tidak dapat duduk sendiri pada usia 10 bulan, tidak tahu bagaimana cara memetik dan menjepit sesuatu dengan tangannya pada usia 12 bulan, dan mulai berjalan dengan kaki yang berantakan. (7) Tidak dapat membedakan antara kerabat dan orang asing. (8) Tidak akan menangis segera setelah dirangsang, tetapi hanya setelah beberapa saat atau rangsangan berulang kali untuk menangis, tangisannya sering kali melengking melengking atau tangisan yang lemah. ⑨Kurangnya minat terhadap lingkungan sekitar, konsentrasi yang buruk, dan minat terhadap mainan yang singkat. (xi) Banyak melakukan aktivitas tanpa tujuan, sehingga sulit dimengerti oleh orang dewasa. Meskipun penyebab keterbelakangan mental anak sangat kompleks, tetapi sebagian besar terkait dengan faktor-faktor berikut: 1, faktor genetik, seperti keterbelakangan mental orang tua, orang tua memiliki pernikahan sedarah atau orang tua mewarnai kelainan tubuh, orang tua yang menderita penyakit metabolik tertentu, seperti fenilketonuria, ayah dapat cacat intelektual bawaan yang diwariskan kepada keturunannya, sehingga menghasilkan anak-anak dengan keterbelakangan mental, jika salah satu orang tua mengalami keterbelakangan mental atau kedua orang tua mengalami keterbelakangan mental, anak-anak yang mereka lahirkan di Jika salah satu orang tua mengalami keterbelakangan mental atau kedua orang tua mengalami keterbelakangan mental, kejadian keterbelakangan mental pada anak mereka mencapai 77-96%. 2, faktor penyebab penyakit kehamilan ibu: awal kehamilan 8-12 minggu adalah janin dalam pembentukan otak ibu dan perkembangan periode kritis, berbagai racun fisik dan kimia, bahaya kesehatan masyarakat, radiasi, tembakau, alkohol, infeksi virus, disebabkan oleh perkembangan otak janin faktor penyebabnya, diikuti oleh trauma perut ibu, penyalahgunaan obat, stimulasi mental dan psikologis, janin dan ibu dengan darah yang tidak lengkap, dapat membuat perkembangan janin terganggu, membuat anak mengalami keterbelakangan mental. Perkembangan janin dapat terganggu, yang dapat membuat janin menjadi terbelakang mental. 3, faktor perinatal, persalinan yang sulit, persalinan yang lama, kerusakan otak yang disebabkan oleh berbagai sebab, ensefalopati iskemik dan hipoksia, dapat menyebabkan perkembangan otak terganggu dan mengakibatkan keterbelakangan mental. 4, penyakit otak pada masa bayi atau bagian tubuh lain dari infeksi serius pada anak-anak dengan gangguan perkembangan otak dapat menyebabkan berbagai tingkat keterbelakangan mental. Keterbelakangan mental dapat dibagi menjadi ringan, sedang dan berat, umumnya pasien ringan dapat mencapai tingkat 7-14 tahun, sedang sampai tingkat 3-6 tahun, dan berat kurang dari 3 tahun.