Pertanyaan 1: Apa saja gejala awal keterbelakangan mental pada anak?
Retardasi mental pada anak-anak mengacu pada berbagai defisit fungsional yang disebabkan oleh faktor genetik dan psikososial sebelum usia 18 tahun, dan pada dasarnya ditandai dengan kecerdasan yang secara signifikan lebih rendah daripada tingkat kecerdasan umum, dan ketidakmampuan menyesuaikan diri yang signifikan dalam setidaknya dua aspek komunikasi, interaksi sosial, pembelajaran, pekerjaan, perawatan diri, dan kesehatan. Menurut survei ECA, prevalensi keterbelakangan mental mendekati 1%, dengan rasio pria dan wanita 1,5:1. Hasil survei epidemiologi yang dilakukan di Cina pada tahun 1987 menunjukkan bahwa prevalensi kecacatan intelektual adalah 1,268%, dengan 1,315% untuk pria dan 1,220% untuk wanita.
Manifestasi klinis keterbelakangan mental pada anak-anak berkaitan erat dengan tingkat defisiensi mental. Tingkat keterbelakangan mental ditentukan melalui pemeriksaan klinis, termasuk hasil tes inteligensi dan penilaian penyesuaian sosial. Intelligence Quotient (IQ) kini umum digunakan sebagai indikator klasifikasi keterbelakangan mental. IQ 100 hingga 15 dianggap normal. Mereka yang memiliki IQ 70 atau di bawahnya dianggap memiliki keterbelakangan mental. Retardasi mental secara klinis diklasifikasikan ke dalam 4 tingkat: ringan (IQ 50-70); sedang (IQ 35-49); berat (IQ 20-34); dan sangat berat (IQ di bawah 20).
Pertanyaan 2: Apa yang menyebabkan keterbelakangan mental pada anak?
Ada banyak penyebab keterbelakangan mental pada anak-anak, termasuk dua kategori utama: faktor biologis dan faktor psikososial.
I. Faktor biologis
1. Faktor-faktor pra-kelahiran
(1) Faktor genetik
(1) Kelainan kromosom: misalnya sindrom Down, sindrom X yang rapuh, penghapusan wilayah telomerik kromosom, dll.
(2) Penyakit genetik monogenik: banyak penyakit metabolik genetik yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental pada anak-anak, seperti fenilketonuria, gangguan penyimpanan mukopolisakarida, asidemia metilmalonat, dll.
(iii) Kelainan genetik poligenik: Kelainan genetik poligenik adalah hasil dari beberapa gen yang bekerja bersama-sama, dengan masing-masing gen bekerja dengan caranya sendiri, tetapi secara kumulatif, efeknya tidak dapat diremehkan, ditambah dengan faktor lingkungan, yang dapat menyebabkan kelainan ini jika ambang batas timbulnya variasi genetik terlampaui. Kelainan genetik poligenik yang umum terjadi pada keterbelakangan mental, seperti dismorfisme tabung saraf dan mikrosefali bawaan.
(2) Faktor-faktor eksternal yang berbahaya selama kehamilan.
(1) Mikroorganisme patogen: misalnya virus rubella, virus herpes simpleks, sitomegalovirus.
(2) Racun obat: seperti natrium fenitoin, alkohol, merokok, dll.
③Radiasi: termasuk semua jenis radiasi dalam kehidupan.
(iv) Kondisi kesehatan ibu: seperti penyakit yang diderita ibu seperti diabetes, anemia, malnutrisi, kekurangan asam folat, dll. Selain itu, kejadian kelainan kromosom meningkat ketika usia kehamilan ibu melebihi 35 tahun.
2. Faktor intrapartum
Seperti gawat janin, asfiksia janin, cedera kranio-serebral, ikterus nuklir, dll.
3 . Faktor pascakelahiran
Seperti hipotiroidisme, malnutrisi berat, keracunan logam berat (misalnya keracunan timbal dan keracunan merkuri).
II. Faktor psikososial
Anak-anak yang tumbuh di lingkungan di mana mereka diabaikan, dilecehkan, dan diejek dapat menyebabkan isolasi psikologis yang serius dari dunia luar dan kecenderungan bertahap untuk mengisolasi diri. Jika tidak ada bimbingan dan komunikasi yang baik, hal ini dapat menyebabkan keterbelakangan mental.