Apa itu hiperprolaktinemia?

  Hiperprolaktinemia (HPPL) adalah sindrom yang ditandai dengan peningkatan prolaktin (PRL) (≥25ng/ml), amenorea, payudara yang meluap-luap, anovulasi dan infertilitas yang disebabkan oleh faktor lingkungan internal dan eksternal.  Gejala-gejalanya adalah: gangguan menstruasi, ASI yang melimpah, infertilitas tanpa etiologi, pelepasan PRL yang normal dan ritme sirkadiannya memainkan peran penting dalam mengatur perkembangan kelenjar susu, laktasi dan fungsi ovarium. HPRL dapat disebabkan oleh faktor fisiologis dan patologis.  Manifestasi klinis 1. Amenorea primer pada 4%, amenorea sekunder pada 89% dan menstruasi yang sedikit atau sedikit pada 7%. Luteinisasi dan insufisiensi luteal ditemukan pada 23% hingga 77% kasus.  Manifestasi HPRL yang khas adalah sindrom amenorea-overflow, 20,84% pada tipe non-tumor, 70,58% pada tipe tumor, dan 63-83,55% pada overflow sederhana. Luapannya dominan atau terjadi ketika payudara diremas, berair, bubur, atau susu. Payudara sebagian besar normal, atau mungkin terkait dengan hiperplasia lobular atau makromastia.  3. Infertilitas disebabkan oleh anovulasi, insufisiensi luteal, atau sindrom folikel yang tidak terganggu luteinisasi (LUFS).