Seorang anak berusia tiga atau empat tahun melihat boneka cantik milik seorang anak dan berkata kepada temannya, “Saya juga punya, ibu saya membelikan saya boneka yang sama kemarin. Sang ibu merasa heran bagaimana anak seusia itu bisa berbohong! Faktanya, anak-anak seusia ini sering menganggap apa yang mereka bayangkan di kepala mereka sebagai kenyataan dan tidak sengaja berbohong. Penting bagi orang tua untuk membedakan apakah anak mereka sedang berkhayal atau berbohong. Berbohong adalah ketika seorang anak melakukan sesuatu yang salah dan sengaja berbohong untuk menutupi kebenaran untuk menghindari kesalahan dari orang tua dan menghindari hukuman. Dalam kasus di mana seorang anak mengacaukan imajinasi dengan kenyataan, ibu hanya perlu mengingatkan mereka: “Apakah kamu sedang berimajinasi atau itu benar”, tetapi terkadang anak-anak tidak dapat membedakannya sendiri dan akan dapat membedakannya saat mereka lebih besar. Orang tua harus dengan tenang menganalisis jenis-jenis kebohongan yang dilakukan oleh anak-anak: 1. Imajinatif: anak-anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang besar dan berpusat pada diri sendiri, dan dari waktu ke waktu pikiran mereka menghasilkan ide-ide kekanak-kanakan yang dilebih-lebihkan dan ide-ide yang busuk. 2. Masturbasi: anak-anak sering kali kompetitif dan menyamakan fantasi mereka dengan kebenaran sebagai cara untuk menutupi ketidakmampuan mereka yang masih kecil dan mencapai kepuasan diri. 3. Sia-sia: anak-anak sering kali membuat kebohongan yang tidak masuk akal. Sia-sia: Anak-anak mengarang kebohongan untuk membuat tontonan bagi diri mereka sendiri untuk meningkatkan status mereka. 4. Peniruan: Anak-anak memiliki kemampuan yang buruk untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga jika ada perilaku tidak jujur di antara orang dewasa, mereka secara tidak sadar akan menirunya. 5. Terpaksa: Anak-anak melakukan kesalahan, melakukan hal-hal yang salah, mengakui kesalahannya setelah itu dan mengatakan yang sebenarnya, tetapi mereka justru mendapatkan teguran atau omelan dari orang tua mereka, dan pada saat berikutnya mereka menghadapi situasi yang sama, mereka berbohong sebagai cara untuk menutupi kesalahannya. Di lain waktu mereka menghadapi situasi yang sama, mereka akan berbohong sebagai bentuk hukuman. Bagaimana cara menangani anak-anak yang berbohong pada usia dini! Para orang tua sangat mengkhawatirkan hal ini. Apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki perilaku berbohong anak Anda? Orang tua perlu melakukan hal-hal berikut ini: percaya dan hormati anak-anak mereka: keraguan yang tidak beralasan tentang kejujuran anak mereka dapat menyebabkan perubahan psikologis yang merugikan, mulai dari agresi dan kebencian hingga ketidaktaatan dan bahkan balas dendam. Beberapa anak dengan sengaja menggunakan kenakalan untuk menunjukkan pembangkangan mereka. Sikap memberontak ini dapat memperparah rasa saling tidak percaya antara orang tua dan anak, yang pada gilirannya menciptakan lingkungan bagi anak untuk berbohong, sehingga orang tua harus sepenuhnya mempercayai anak Anda dan menghormatinya. Ciptakan lingkungan yang baik: “Mereka yang dekat dengan merah tua adalah merah, mereka yang dekat dengan tinta adalah hitam”. Anak-anak yang sering berbohong akan mengambil kebiasaan berbohong, jadi ajari anak Anda untuk memilih ‘teman yang baik’. Di mata anak-anak, orang tua mereka adalah idola mereka dan mereka harus memberi contoh. Patuhi prinsip pendidikan positif: lebih banyak memuji anak Anda dan lebih sedikit mengkritiknya. Pujilah dan doronglah perilaku baik anak Anda, terutama saat ia menunjukkan perilaku jujur, dan berikan perhatian khusus padanya. Bantu dan ajarkan anak Anda untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari jika memungkinkan. Ajarkan anak Anda kemampuan untuk membedakan yang benar dan yang salah: meskipun masih kecil, anak-anak juga memiliki sifat yang sia-sia dan kompetitif. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk evaluasi moral dan rasa nilai sosial yang tepat, sehingga mereka mau tidak mau mengubahnya menjadi kesia-siaan, yang dapat mengarah pada kebohongan. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan rasa persaingan yang benar dan sehat pada anak-anak sejak usia dini. Dengan memberikan contoh, bercerita, dan menganalisis kejadian-kejadian kecil di sekitar mereka, kita dapat membantu mereka memahami mana yang benar dan mana yang salah, tidak melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan, tidak berkata tidak jujur, dan memahami bahwa kejujuran adalah sebuah kebajikan ketika mereka melakukan kesalahan tanpa sengaja, dan bahwa mereka tetaplah anak-anak yang baik ketika mereka belajar dari kesalahannya.