6 Strategi untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Bayi Anda

Mengembangkan kemampuan bahasa memainkan peran yang sangat penting dalam proses perkembangan IQ bayi. Selama periode kritis pembelajaran bahasa bayi, jika Anda dapat membimbing bayi Anda dengan benar untuk menguasai bahasa dalam hidup Anda sesuai dengan proses perkembangannya, itu tidak hanya akan memungkinkannya untuk memperoleh kemampuan ekspresi bahasa yang sangat baik, tetapi juga membantu bayi Anda untuk mengembangkan pola pikir yang percaya diri, ceria, dan positif, yang akan berdampak positif pada seluruh kehidupan bayi Anda. 1, tur berpemandu ke Grand View keluarga Rumah tempat kita tinggal dan menetap setiap hari adalah dunia yang sama sekali asing bagi bayi yang baru lahir. Memasuki dunia ini seperti memasuki Grand View Garden dengan berbagai paviliunnya, yang memberinya banyak perasaan baru dan aneh. Satu minggu setelah bayi lahir, kita dapat menggendong bayi untuk mengunjungi taman megah ini setiap hari dan memulai “program” pendidikan bahasa. Metode spesifiknya adalah menggendong bayi saat dia bangun dan mulai dari tempat tertentu di dalam ruangan sambil menunjuk dan menyebutkan nama setiap benda di dalam ruangan, dan terus kembali ke titik semula. Berhati-hatilah untuk memulai di bagian ruangan yang lebih terang. Pada bulan pertama, ucapkan saja nama-nama benda tersebut, misalnya “rak buku, tempat tidur, sofa, meja kopi ……” Pada bulan kedua, Anda bisa mulai mengucapkan kalimat, misalnya “Ini rak buku, ini tempat tidur, ini kamar tidur mama dan papa, dan itu dapur! ……” Bayi sangat suka dipandu oleh ayah dan ibunya, mendengar suara orang tua, dia akan merasa sangat baik, hatinya juga lebih stabil dan kokoh, yang mana untuk mengembangkan kemampuan imprinting otak kanan mereka juga cukup membantu. Kita hidup untuk menerima begitu saja, jangan anggap remeh rumah, cukup untuk mereka yang baru selama beberapa tahun! 2 . Berdialog secara aktif dengan bayi Anda Ketika bayi Anda berusia sekitar 2 bulan, suara ocehan akan keluar dari mulutnya, yang merupakan awal dari proses belajar mereka untuk berbicara. Ketika suasana hati mereka sedang baik, meskipun tidak ada orang di sampingnya untuk menggodanya, dia akan berbaring di sana sendirian untuk mengeluarkan suara dan menghargai suaranya sendiri. Pada titik ini, orang tua harus secara aktif merespons mereka dan berbicara dengan bayi mereka sesuai dengan situasi dan suasana. Jika bayi merasa bahwa ibunya menyukai suara ocehan mereka, mereka akan berusaha lebih keras untuk “berbicara”. 3. Bicara bayi tidak boleh digunakan hingga usia balita Penting untuk dicatat bahwa bicara bayi tidak boleh digunakan hingga usia balita. Pada masa bayi, untuk membuat mulut mereka cocok untuk pengucapan, dapat menggunakan beberapa bahasa bayi bersuku kata satu atau tumpang tindih, tetapi bahasa bayi tidak dapat digunakan untuk jangka waktu yang terlalu lama, harus digunakan sedini mungkin untuk mengatur bahasa standar, karena anak kecil belajar berbicara dari ingatan bahasa untuk memulai. Di mata orang dewasa, anak kecil selalu halus dan imut, sehingga mau tidak mau mereka sering berbicara dengan bayinya tentang bahasa bayi, seperti menarik bau busuk, dll. Namun, praktik ini akan membatasi perkembangan kosakata bayi, dan pada jangka waktu tertentu, akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengoreksi kebiasaan bahasa kekanak-kanakan bayi. Jika kebiasaan bahasa bayi terlambat berubah, hal ini juga akan berdampak negatif pada kematangan psikologis bayi. 4, bayi tertidur sebelum dan sesudah mendongeng lembut Sebagian besar orang tua yang mendongengkan bayi, melihat bayinya tertidur saat berhenti. Padahal, saat bayi baru saja tertidur, ia masih dalam tahap tidur ringan, saat ini pikiran bawah sadarnya masih bekerja. Jika kita berdialog dengan alam bawah sadar bayi dalam 5 menit setelah ia tertidur, terutama jika kita mengucapkan lebih banyak kata-kata tentang merawat bayi, kita akan sering mendapatkan hasil yang sangat menakjubkan. Misalnya, bayi tidak makan dengan benar, atau keluar rumah ketika tidak suka memakai pakaian dan kebiasaan lain dapat digunakan dengan cara ini untuk mengarang cerita yang diceritakan dengan lembut kepada mereka. 5, dalam dialog untuk mengajari bayi belajar berbicara Bayi pada awal bicara hanya akan mengucapkan sepatah kata pun, dan kemudian secara bertahap berkembang menjadi kata-kata. Ketika bayi mulai mengucapkan kata-kata, ibu dapat menggunakan kata-kata yang diucapkan bayi untuk membentuk kalimat utuh untuk memperluas kemampuan bahasanya. Misalnya, jika bayi Anda berkata, “Kamu ingin minum air, bukan? Ibu akan memberimu air, kamu mau air panas atau air hangat? Ibu akan menuangkan air hangat untukmu.” Penting untuk diperhatikan bahwa pada masa ini, bayi tidak boleh dipaksa untuk belajar berbicara berulang-ulang dengan ibu. Jangan pernah membiasakan mengoreksi bayi Anda ketika mereka mengucapkan kata yang salah atau berbicara dengan buruk. Hal ini akan membuat mereka merasa frustasi dan lama-kelamaan takut untuk berbicara, dan hal ini akan menjadi kontraproduktif. 6, orang tua perlu percaya bahwa bayi mengerti Kebanyakan orang tua berpikir bahwa ketika mereka berbicara dengan bayi untuk memperhitungkan tingkat intelektual mereka, sehingga mereka ingin menurunkan standar untuk berkomunikasi dengan bayi. Mereka berusaha untuk tidak menggunakan bahasa yang sulit, bahasa logis dan istilah-istilah sosial lainnya. Yang benar adalah bahwa anak-anak memiliki kemampuan yang sangat baik untuk memahami, dan bagi mereka, kehidupan sehari-hari itu sendiri adalah ruang kelas yang besar dan hidup, jadi tidak perlu dengan sengaja menurunkan kualitas kuliah kita. Mari kita jaga agar ruang kelas tetap hidup, menarik dan bermakna!