Bagian “beku” sering disebut di rumah sakit yang lebih besar, tetapi lebih tepat jika disebut sebagai bagian “beku”. Ahli patologi menggunakan bagian “beku” untuk membuat diagnosis patologis yang cepat guna memutuskan pilihan pembedahan lebih lanjut, seperti eksisi lokal jika lesi jinak, atau eksisi yang membesar dan pembedahan kelenjar getah bening jika ganas. Jika tumornya jinak, eksisi lokal sudah cukup, sedangkan jika ganas, diperlukan eksisi pembesaran dan pembedahan kelenjar getah bening. Jika tidak dilakukan pembedahan beku, pasien harus menunggu laporan patologi beberapa hari kemudian. Karena alasan ini, rumah sakit yang dapat melakukannya merekomendasikan teknik bedah beku. Keuntungan terbesar dari penyayatan “beku” adalah cepat (20-30 menit untuk menghasilkan laporan), tetapi ada beberapa keterbatasan: penyayatan “beku” jauh lebih halus dan jelas daripada penyayatan parafin, ada lebih sedikit spesimen, lebih banyak penyayatan yang tidak sesuai, waktu produksi lebih pendek, dan ada beberapa “lesi junctional” yang patologis. Ada beberapa “lesi junctional” dan “lesi abu-abu” yang hampir tidak mungkin didiagnosis secara pasti dengan pembekuan, sehingga memungkinkan diagnosis tertunda. Pada beberapa kasus, diagnosis keganasan telah dipastikan sebelum pembedahan, tetapi bagian “beku” intraoperatif diperlukan untuk mengangkat tumor secara lebih sempurna hingga tidak ada tumor yang tersisa di margin potongan. Diagnosis patologis dari bagian “beku” merupakan ujian komprehensif terhadap pengetahuan, pengalaman, kualitas psikologis, dan kemampuan tanggap darurat ahli patologi, yang tidak boleh konservatif dan ragu-ragu, serta tidak boleh sembrono dan berisiko. Bayangkan seorang pria muda yang menderita tumor di pahanya, dan bagian “beku” intra-operasi didiagnosis sebagai tumor ganas dan anggota tubuhnya diamputasi, dan beberapa hari kemudian patologi parafin dilaporkan jinak. Saya khawatir ini bukan hanya “penyesalan” dan “ketidakberdayaan”. Hal ini juga membuat orang menyadari betapa beratnya beban yang dipikul oleh setiap ahli patologi. Diharapkan para pemimpin di semua tingkatan akan lebih mendukung patologi dan masyarakat umum akan lebih peduli terhadap patologi.