Kolitis ulseratif adalah singkatan untuk kolitis ulseratif kronis non-spesifik, penyakit peradangan kronis pada rektum dan usus besar yang tidak diketahui asalnya. Manifestasi klinis utama adalah diare, tinja mukopurulen, nyeri perut dan urgensi. Penyakit ini bervariasi dalam tingkat keparahannya dan sering kali berulang atau berkepanjangan secara kronis. Penyakit ini dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi lebih umum terjadi antara usia 20 dan 50 tahun. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kejadian antara pria dan wanita. Penyakit ini lebih umum terjadi di Eropa dan Amerika Serikat, tetapi kejadiannya di Tiongkok rendah dan penyakit ini umumnya ringan. Etiologi dan patogenesis penyakit ini belum sepenuhnya dipahami. Diperkirakan bahwa perkembangan penyakit ini mungkin terkait dengan faktor-faktor berikut ini: i. Autoimunitas Penyakit ini sering dipersulit oleh manifestasi ekstra-intestinal autoimun seperti eritema nodosum, artritis, uveitis, iritis dan manifestasi autoimun lainnya, dan pengobatan adrenokortikosteroid dapat menghasilkan remisi. Yang pertama adalah bahwa penyakit ini dapat diobati dengan kombinasi terapi hormon anti-seluler dan terapi hormon anti-seluler. Insiden penyakit ini tinggi dalam keluarga sedarah, dengan 5-15% pasien memiliki kerabat yang menderita penyakit ini, dan ada perbedaan yang signifikan dalam insiden antar ras, menunjukkan bahwa faktor genetik berperan dalam perkembangannya. Perubahan patologis dan manifestasi klinis penyakit ini mirip dengan penyakit infeksi usus besar, seperti disentri bakteriofagus. Oleh karena itu, infeksi telah lama dianggap sebagai penyebab penyakit ini, tetapi bakteri, virus atau jamur penyebabnya belum teridentifikasi. Telah disarankan bahwa depresi dan kecemasan mungkin terlibat dalam perkembangan dan kekambuhan penyakit ini, tetapi data klinis baru-baru ini menunjukkan bahwa riwayat kelainan kejiwaan atau trauma tidak lebih umum daripada pada populasi umum. Kesimpulannya, terjadinya penyakit ini mungkin merupakan hasil interaksi antara faktor kekebalan tubuh dan genetik serta rangsangan eksogen.