Tentang pengujian elemen jejak untuk anak-anak

  Tes mikronutrien hanyalah alat skrining dan hasilnya hanya dapat digunakan sebagai nilai referensi. Anda tidak dapat hanya mengandalkan nilai pada laporan tes untuk membuat penilaian apakah bayi kekurangan mikronutrien. Pertama, Kementerian Kesehatan telah dengan jelas menyatakan bahwa tes mikronutrien tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 6 bulan.  Hal ini dikarenakan trace element yang diperoleh dan disimpan dalam tubuh ibu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi hingga 5-6 bulan setelah lahir. Kedua, penting untuk berbicara dengan dokter Anda tentang pemberian makanan bayi Anda secara keseluruhan sebelum melakukan tes trace element. Jika dokter menilai bahwa nutrisi anak terstruktur dengan baik dan pola makannya seimbang, maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan trace element. Jika anak tidak diberi makan dengan baik dan memiliki beberapa gejala klinis, maka tes trace element mungkin diperlukan dan hanya melalui tes darah, tetapi tidak melalui cara lain.  Tidak ada standar internasional yang akurat dan seragam untuk pengujian elemen jejak. Beberapa orang mengambil alat di masyarakat dan mengatakan bahwa mereka dapat menguji kekurangan zat besi atau seng tanpa mengambil darah, tetapi mereka dapat mengikatkan alat tersebut ke tangan mereka. Ada juga cara-cara untuk menguji rambut atau jaringan lain, yang juga tidak ilmiah. Penggunaan rambut untuk mengukur elemen-elemen jejak sekarang sudah tidak digunakan lagi di Amerika Serikat.  Karena rambut tumbuh dengan kecepatan yang berbeda di berbagai bagian tubuh, dan karena jumlah elemen jejak pada dasarnya kecil, sulit untuk secara akurat mencerminkan tingkat elemen jejak yang sebenarnya di dalam tubuh melalui pengujian rambut. Kekurangan zat besi dapat dengan mudah dideteksi melalui pengambilan sampel darah, tetapi untuk elemen jejak lainnya seperti seng dan tembaga, karena jumlahnya dalam tubuh sangat kecil, tidak ada standar referensi yang baik dan hasilnya mungkin tidak terlalu objektif.