Gejala klinis umum kekurangan vitamin D pada bayi dan anak kecil: teror malam hari, mudah tersinggung, berkeringat di malam hari, anoreksia, rakhitis, defisiensi kekebalan tubuh, mudah menangis, mudah berkeringat, kebotakan di bagian kepala, pertumbuhan gigi yang terlambat dan tidak merata, kedutan pada tangan dan kaki, tengkorak berbentuk kotak, berkaki O atau X. Penyebab kekurangan vitamin pada bayi: 1. Menyusui: Menyusui secara eksklusif tanpa sinar matahari atau suplementasi vitamin D merupakan faktor risiko penting untuk kekurangan vitamin D pada bayi. 2. Kelahiran prematur: cadangan vitamin D yang rendah selama masa janin dan kebutuhan yang meningkat dibandingkan dengan bayi cukup bulan. 3. Asal janin: berasal dari kadar vitamin D yang tidak memadai pada ibu selama kehamilan. Peran suplementasi vitamin D pada masa bayi dan anak usia dini: 1. Meningkatkan penyerapan kalsium 2. Pada tulang dan gigi, meningkatkan pertumbuhan dan pengapuran tulang, mencegah rakhitis 3. Meningkatkan kekebalan terhadap penyakit menular 4. Meningkatkan perkembangan fungsi otak dan perilaku pada anak-anak 5. Mencegah dan mengendalikan asma dan eksim pada masa kanak-kanak 6. Mengurangi terjadinya diabetes tipe I 7. Mengurangi terjadinya penyakit kardiovaskular pada masa dewasa Asupan harian vitamin D3 yang direkomendasikan: 0 0-6 bulan: 300 mg 7 bulan-12 bulan: 400 mg 1-3 tahun: 600 mg 4-6 tahun: 800 mg 7-9 tahun: 800 mg 10-14 tahun: 1000 mg 14-18 tahun: 1000 mg