Sendi adalah persendian di antara tulang-tulang yang memungkinkan manusia bergerak secara fleksibel. Sendi mengeluarkan suara keras, yang bisa berupa letupan, patah, gerinda dan gertakan. Yang paling umum adalah bunyi gertakan, yang bisa terjadi pada buku-buku jari, lutut, pergelangan kaki, punggung dan leher. Hal ini sering terlihat dalam film, di mana leher dipelintir sebelum pertarungan dan suara gertakan dibuat. Ada beberapa penyebab bunyi gemeretak sendi: 1. Gas keluar – seperti bunyi yang dihasilkan oleh jari-jari yang patah Ada cairan sendi di dalam persendian yang berfungsi sebagai pelumas, dan cairan ini mengandung oksigen, nitrogen dan karbon dioksida. Apabila sendi diremas dan kapsul sendi mengembang dan berkontraksi, gas-gas dilepaskan dengan cepat, membentuk gelembung dan terdengar suara berdenging. Mekanisme ini mencegah sendi diremas lagi, karena harus menunggu gas kembali ke cairan sendi sebelum dapat diremas lagi. 2. Gerakan persendian, tendon dan ligamen – misalnya, suara kompresi kaki yang berlebihan yang dipaksakan Gerakan dapat terjadi dengan suara berderak jika postur dan posisinya tidak benar. Ini juga mengingatkan bahwa posisinya tidak tepat. 3. Permukaan yang kasar – seperti suara orang dengan artritis berjalan Ketika artritis terjadi, ada permukaan yang kasar karena hilangnya tulang rawan yang halus dan suara berdenging ketika bergesekan. Biasanya, dering sendi adalah normal dan tidak ada yang salah. Apa pun penyebabnya, dering sendi itu sendiri tidak perlu diobati, karena tidak akan menyebabkan masalah apa pun di kemudian hari, dan tidak ada latihan atau suplemen khusus yang dapat mencegahnya. Yang benar-benar perlu diperhatikan adalah ketika dering disertai rasa sakit, atau ketika dering disertai pembengkakan, yang keduanya memerlukan kunjungan ke dokter, terutama di lutut. 1. Meniskus yang robek. Hal ini terjadi terutama pada orang muda, terutama dengan cedera olahraga. 2. Kerusakan tulang rawan atau keausan. Keausan dan kerusakan terjadi terutama pada orang paruh baya dan orang tua, yang paling serius adalah osteoporosis. 3, keausan tulang rawan tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia, dering sendi tidak cukup untuk dikhawatirkan, yang perlu dikhawatirkan adalah kesehatan lutut, karena osteoporosis tidak dapat diobati, hanya dapat dicegah. 4. Kesehatan lutut dimulai dengan olahraga. Berolahragalah setidaknya dua kali seminggu untuk membuat lutut dan kaki Anda kuat, terutama otot-otot yang mendukungnya. Saat berolahraga, lakukan pemanasan dan peregangan, jangan terlalu kuat pada awalnya. Sepatu olahraga juga harus bertumit dan diganti secara teratur, karena ada keausan pada sepatu itu sendiri. Kedua, dan yang lebih penting lagi, adalah menjaga berat badan yang sehat, karena kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko utama untuk osteoporosis. 5. Selama tidak ada rasa sakit atau bengkak, tidak perlu khawatir tentang sendi yang berdenging.