Gangguan kecemasan dapat dibagi menjadi empat tingkatan berikut i. Ketegangan fisik Orang dengan gangguan kecemasan sering merasa bahwa dia tidak bisa rileks dan seluruh tubuhnya tegang. Wajahnya tegang, alisnya berkerut, ekspresinya tegang dan dia mendesah. II. Sistem saraf otonom yang terlalu aktif Sistem saraf simpatik dan simpatik dari penderita kecemasan sering kali kelebihan beban. Pasien menderita berkeringat, pusing, sesak napas, detak jantung yang cepat, menggigil dan demam, tangan dan kaki dingin atau demam, kesulitan perut, buang air kecil dan buang air besar yang berlebihan, dan perasaan tersumbat di tenggorokan. Ketiga, kekhawatiran tanpa nama tentang masa depan Orang dengan gangguan kecemasan selalu khawatir tentang masa depan. Mereka mengkhawatirkan orang-orang yang mereka cintai, harta benda mereka, kesehatan mereka. Penderita kecemasan bagaikan tentara yang berjaga-jaga setiap saat, waspada terhadap setiap gerakan sekecil apa pun di sekelilingnya. Kewaspadaan mereka yang terus-menerus mengganggu semua tugas mereka yang lain dan bahkan tidur mereka.