Bagaimana Anda merehabilitasi patah tulang pergelangan kaki setelah operasi?

Untuk rehabilitasi, hanya ada tiga skenario: pertama, tidak ada pembedahan, hanya imobilisasi dengan gips; kedua, imobilisasi dengan gips setelah pembedahan; ketiga, tidak ada imobilisasi dengan gips setelah pembedahan. Mereka yang menggunakan perawatan konservatif dengan fiksasi plester (penyangga) mengikuti prinsip rehabilitasi tiga tahap. Setelah penanganan klinis fraktur, pembengkakan dikurangi sesuai dengan prinsip RICE (R Rest and Brake, I Ice, C Compression Dressing, E Elevation of the affected limb). Kontraksi isometrik otot betis di dalam gips (penyangga) (hanya kontraksi otot, bukan gerakan sendi), gerakan fleksi dan ekstensi jari kaki, dan aktivitas aktif sendi lutut dan pinggul. Pada tahap pertama, karena kebutuhan untuk mengurangi pembengkakan, pasien sering kali harus berbaring di tempat tidur untuk mengangkat anggota tubuh yang terkena, bagi yang lemah untuk meningkatkan latihan kesehatan di tempat tidur. Pada tahap kedua, pasien harus didorong untuk bangun dari tempat tidur di bawah perlindungan plester (penyangga), tanpa menahan beban pada anggota tubuh yang terkena, dan memperkuat latihan kekuatan otot untuk mencegah atrofi otot. Pada tahap ketiga, ketika fraktur sembuh dan plester dilepas, pelatihan pemulihan aktivitas sendi pergelangan kaki terutama dilakukan, dan berbagai metode fisioterapi seperti kompres panas dan terapi olahraga dapat digunakan.