Bagaimana cara mengatasi kecemasan dan ketakutan dalam situasi epidemi?

  I. Pemahaman yang benar tentang epidemi Dapatkan informasi tentang epidemi dari platform resmi, belajar menguasai pencegahan dan pengendalian, dan yakin akan kemenangan, tanpa terlalu memperhatikan laporan negatif, mempercayai desas-desus, atau terlalu banyak menafsirkannya.  II. Menerima rasa takut, cemas, dan emosi stres lainnya Faktanya, menahan dan menekan emosi negatif Anda tidak kondusif bagi kesehatan mental. Semakin kita menekan dan menyangkal mereka, semakin besar kemungkinan kita didominasi oleh mereka. Ketakutan dan kecemasan dalam menghadapi epidemi adalah reaksi psikologis yang normal terhadap situasi abnormal dan harus dipahami dan diterima.  Sugesti diri dapat berdampak langsung pada ucapan dan perilaku. Percayalah bahwa apa yang kita terima sekarang adalah solusi yang paling masuk akal secara ilmiah. Dengan keyakinan ini, hati kita akan menjadi lebih tenang, dan juga akan membantu kita untuk membuat penilaian yang rasional dan pilihan yang benar.  4. Berkomunikasi lebih banyak dan mendapatkan dukungan psikologis Selama epidemi, kita sering merasa terisolasi dan tidak berdaya. Ini adalah saat yang tepat untuk berbicara dengan teman, saling menyemangati, berkomunikasi satu sama lain dan meningkatkan dukungan psikologis.  Ketika dihadapkan pada tekanan psikologis yang disebabkan oleh epidemi, jangan menyalahkan. Penting untuk tidak menyalahkan, mengeluh, dan cara-cara lain yang tidak diinginkan untuk mengatasi. Kita perlu membangun kebiasaan yang baik, menjaga pola makan yang seimbang dan memastikan tidur yang cukup. Hal ini akan melemahkan pengalaman kecemasan dan ketakutan kita, meningkatkan sekresi dopamin dan menghasilkan pengalaman yang menyenangkan.