Apakah sirup fruktosa tinggi merupakan “makanan hijau yang sehat”?

  Sindrom metabolik adalah penyakit yang berasal dari makan. Bahaya makan terlalu banyak gula sudah diketahui, tetapi banyak orang masih menyukai makanan manis. Inilah sebabnya mengapa ada banyak pemanis yang tersedia, salah satunya adalah sirup fruktosa tinggi (fruktosa buatan).  Fruktosa telah lama dianggap sebagai makanan kesehatan karena tidak menyebabkan peningkatan gula darah yang signifikan, tidak mudah dipecah oleh mikro-organisme di mulut, kecil kemungkinannya menyebabkan kerusakan gigi dan sumber makanan utamanya adalah buah dan madu. Sejak tahun 1980-an, sirup fruktosa tinggi telah digunakan secara luas di seluruh dunia dan pada bulan April 2004, Bray dkk. menemukan bahwa tren obesitas di AS selama 20 tahun terakhir bertepatan dengan penggunaan sirup fruktosa tinggi dalam minuman dan makanan. Hingga saat ini, 2/3 orang dewasa AS kelebihan berat badan dan 1/3 mengalami obesitas, karena Bray dkk. mengemukakan bahwa sirup fruktosa tinggi mungkin bertanggung jawab atas epidemi obesitas di AS. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas secara acak dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok minum tiga minuman yang mengandung fruktosa per hari dan satu kelompok minum minuman glukosa dalam jumlah yang sama, dan setelah 10 minggu, indikator yang relevan diukur. Studi dalam penelitian pada hewan juga menemukan bahwa asupan fruktosa yang tinggi dapat secara signifikan merusak struktur tubular ginjal pada tikus dibandingkan dengan asupan glukosa yang tinggi, dan memiliki efek negatif pada metabolisme kalsium dan fosfor dalam tubuh. Akibatnya, penggunaan sirup fruktosa tinggi telah dikurangi secara drastis di Amerika Serikat, tetapi di Tiongkok, sirup fruktosa tinggi masih dikemas sebagai “makanan hijau yang sehat”, yang harus ditanggapi secara serius oleh para dokter dan pasien dengan penyakit ginjal.  Karena fruktosa tidak sehat, bagaimana pasien dengan sindrom metabolik dapat memilih makanan manis atau rendah gula? Bukan berarti fruktosa itu tidak sehat, tetapi asupan fruktosa buatan yang tinggi seperti yang disebut “sirup fruktosa tinggi” dan “sirup jagung” itu berbahaya. Misalnya, kaleng 355ml (misalnya Coke) mengandung sekitar 20-25g fruktosa, yang menyediakan 630kJ kalori, sementara buah biasanya hanya mengandung 1-5g fruktosa per 100g, jadi disarankan untuk meminimalkan asupan minuman kaleng dan menggunakan lebih banyak buah dan sayuran segar. Tentu saja, jika asupan fruktosa harian kurang dari 50g, umumnya kecil kemungkinannya untuk memiliki efek buruk pada lipid darah dan berat badan. Oleh karena itu, hal utama dalam hidup adalah mengontrol asupan, terutama jika Anda masih muda, dan berhati-hatilah untuk tidak meminum minuman kaleng sebagai air.