Apakah saya harus merawat semua “kantong” tempat sayatan dibuat setelah operasi?

  Beberapa pasien memiliki tonjolan di tempat sayatan dibuat setelah operasi. Mengapa bisa membengkak?  Beberapa pasien memiliki tonjolan pada sayatan setelah operasi perut. Tonjolan ini terlihat saat mereka berdiri, tetapi akan jauh lebih kecil atau bahkan menghilang saat mereka berbaring. Meskipun kulit di bagian luar sayatan tampak tumbuh, otot dan jaringan lain di bawah kulit (yaitu dinding perut) belum tumbuh sepenuhnya. Otot di dalam sayatan retak dan bahkan memiliki “lubang” di dalamnya. Ketika tekanan dalam rongga perut meningkat, misalnya karena mengejan atau batuk, usus dan organ lainnya terdorong keluar dan tonjolan terlihat pada permukaan tubuh.  Pada sebagian orang, tonjolan ini disertai rasa sakit, mengapa?  Sebagian besar pasien tidak mengalami rasa sakit, beberapa mungkin mengalami sedikit kembung dan nyeri. Jika ada aktivitas berat dan tekanan dalam rongga perut meningkat, rasa sakit akan lebih terasa. Namun, jika tidak ditangani, ‘lubang’ di dinding perut akan semakin membesar, dan semakin banyak organ yang keluar dari sana, sehingga membuat kantung semakin besar. Saat organ-organ ini bergerak masuk dan keluar dari ‘lubang’ di dinding perut, mereka selalu bersentuhan satu sama lain dan dapat dengan mudah melekat pada dinding perut, atau satu sama lain. Jika usus yang menggali keluar, ada risiko tinggi terjadinya perlengketan usus yang menyebabkan obstruksi usus, atau bahkan usus terjebak di dalam ‘lubang’ dan tidak dapat kembali (secara medis disebut intususepsi), yang bisa sangat menyakitkan bagi pasien. Secara umum, jika pasien merasa kesakitan dan rasa sakitnya semakin terasa, maka penyakitnya semakin parah.  Apakah semua hernia insisionalis perlu diobati setelah operasi? Dapatkah “lubang” di dinding perut tumbuh kembali dengan sendirinya?  Setelah hernia insisional berkembang, apakah saya harus menjalani operasi lagi? Banyak pasien tidak ingin menjalani operasi lagi dan berharap hernia insisionalis akan tumbuh kembali dengan sendirinya, tetapi hal ini tidak mungkin. Apa pun jenis hernia yang diderita, penting untuk mengobatinya sesegera mungkin, terutama jika itu adalah hernia insisional, karena “lubang” di dinding perut tidak mungkin tumbuh kembali dengan sendirinya. Sebaliknya, jika tidak ditangani, tekanan dalam rongga perut meningkat selama aktivitas dan “lubang” pada dinding perut menjadi semakin terlihat karena organ-organ terus menimpanya. Semakin lama penundaan, semakin rumit operasi akan dilakukan dan pemulihan pasien akan semakin buruk. Oleh karena itu, penting untuk mengobati hernia insisional sesegera mungkin.  Sebagian orang menggunakan lap band untuk mencekik perut mereka, bagaimana cara kerjanya? Apakah memakai lap band dapat menyembuhkan hernia insisional sepenuhnya?  Beberapa pasien yang mengalami hernia insisional setelah operasi mengenakan lap band untuk menahan tonjolan ke belakang dan merasa bahwa alat ini bekerja dengan baik, sehingga mereka tetap memakainya tanpa pergi ke rumah sakit untuk perawatan. Misalnya, jika Anda baru saja mengalami masalah jantung atau pernapasan yang membuat Anda tidak dapat menjalani operasi, atau jika Anda sudah lama mengalami kondisi tersebut dan tidak memiliki gejala, Anda dapat mengenakan gelang pacu jantung untuk jangka waktu tertentu jika Anda memiliki acara keluarga baru-baru ini. Pengekangan dengan lap band dapat mencegah perkembangan hernia insisionalis dan juga dapat mencegah peningkatan tekanan perut secara tiba-tiba yang dapat menyebabkan hernia insisionalis menjadi tersangkut dan berbahaya. Namun, ini hanya dapat memperlambat perkembangan kondisi dan tidak dapat menyembuhkan hernia insisional sepenuhnya. Segera setelah lap band dibuka, kantong akan menonjol keluar lagi, karena “lubang” di dinding perut masih ada dan tidak akan pernah tumbuh kembali dengan sendirinya.  Penting untuk mengingatkan pasien tentang cara yang benar untuk mengenakan lap band. Banyak pasien yang mengenakan lap band ketika mereka berdiri dengan tonjolan di perut mereka, yang kemungkinan besar akan mencekik organ yang menonjol di luar ‘lubang’, dan ini kontraproduktif. Tali pangkuan harus dipakai ketika berbaring, ketika kemasannya kecil atau ditarik sepenuhnya, dan kemudian ketika berdiri dan bergerak, untuk memberikan perlindungan.