Misalnya, ketika pasien berbicara tentang kecemasannya, Anda dapat menanggapi dengan mengatakan bahwa jika saya berada dalam situasi seperti itu, saya mungkin akan merasa cemas juga, dan kemudian mengarahkan pasien untuk menganalisis hal-hal spesifik yang dia katakan, sehingga pasien dapat menemukan kemungkinan lain dalam pikiran atau praktiknya. Jangan mengkritik atau mengoreksi pasien secara langsung. Selain itu, Anda bisa mengajarkan pasien beberapa teknik relaksasi diri, yaitu menenangkan dirinya sesegera mungkin ketika dia merasa cemas, sehingga dia tidak jatuh ke dalam lingkaran setan kecemasan yang meningkat. Anda juga bisa mendorong pasien untuk lebih sering mengekspresikan pikiran dan emosi batinnya, agar tidak menumpuk stres, yang juga bisa mengurangi gejala kecemasan.