Makan gula tidak menyebabkan kanker paru-paru
Gula memberikan fungsi tubuh dan menyediakan berbagai nutrisi, jadi penting untuk mengonsumsi gula dalam jumlah tertentu setiap hari. Namun demikian, makanan tinggi gula memang menyebabkan kelebihan berat badan dan peningkatan gula darah, yang dapat meningkatkan risiko kanker, jadi dianjurkan agar jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari dijaga agar tetap stabil berat badan dan kadar gula darahnya, dan tidak berlebihan. Sumber gula dari makanan normal, seperti pati dari sereal dan buah-buahan, direkomendasikan, sementara gula olahan seperti makanan ringan dan minuman manis harus dihindari.
Apakah penyakit akan berkembang lebih cepat jika pasien kanker paru-paru makan lebih banyak gula?
Gula tinggi dapat mendorong perkembangan tumor. Satu studi menemukan bahwa sirup jagung fruktosa tinggi secara signifikan mendorong pertumbuhan tumor usus besar yang nyata pada tikus, setara dengan dosis sekitar satu kaleng Coke per hari (350 ml) pada manusia. Tetapi penelitian ini adalah percobaan pada hewan, tidak divalidasi pada manusia, dan hanya model tikus kanker usus yang dilakukan, dengan efek yang tidak diketahui pada kanker lainnya. Selain itu, tikus dalam percobaan diberi sirup hingga dua bulan, suatu proses induksi jangka panjang. Dan bagi pasien tumor, yang membutuhkan karbohidrat seperti pati untuk energi dan berbagai nutrisi, sama sekali tidak ada gula yang berbahaya bagi tubuh. Diet seimbang, dengan pola makan yang bervariasi dan campuran makanan kasar dan halus, sangat bermanfaat bagi pemulihan pasien kanker.