Berapa pH asam lambung

pH asam lambung memiliki kisaran fluktuasi. Ketika tubuh berpuasa, pH asam lambung berada di antara 0,9 dan 1,8. Saat makanan memasuki lambung dan cairan lambung diencerkan, pH naik menjadi sekitar 3,5. Asam lambung itu sendiri adalah asam hidroklorik biologis dan dapat memiliki efek disinfektan dan antibakteri. Apabila patogen yang masuk ke dalam perut bersama makanan bertemu dengan asam lambung, asam akan memecah dinding sel patogen, menyebabkan sel patogen pecah atau larut dan menunjukkan efek antibakteri. Asam lambung mengaktifkan pepsinogen di dalam lambung, mengubahnya menjadi pepsin. Pepsin adalah zat enzimatik utama yang memfasilitasi pencernaan dan pemecahan makanan. Ketika asam lambung memasuki usus, asam lambung juga mendorong sekresi empedu, cairan pankreas dan usus, yang memfasilitasi penyerapan elemen seperti zat besi dan kalsium di usus kecil. Terlalu banyak atau terlalu sedikit asam lambung dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Asam lambung yang terlalu sedikit dapat menyebabkan gangguan pencernaan, yang dapat menyebabkan perut kembung, kembung, paranoid, anoreksia, bersendawa, sendawa dan manifestasi klinis lainnya. Berkurangnya asam lambung juga bisa menjadi gejala penyakit ganas seperti gastritis atrofi dan kanker lambung. Sekresi asam lambung yang berlebihan dapat dengan mudah mengikis mukosa lambung, menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung dan menyebabkan tukak lambung, gastritis, refluks esofagitis, kolesistitis, dan penyakit sistem pencernaan lainnya, dan pasien rentan terhadap refluks asam, mulas, sakit perut, pendarahan lambung, dan manifestasi klinis lainnya. Pasien perlu mengembangkan kebiasaan makan yang baik untuk memastikan sekresi asam lambung yang normal.