Bila tes positif untuk H. pylori, tingkat keparahan, perjalanan dan prognosis jangka panjang penyakit harus ditentukan bersamaan dengan gejala klinis dan hasil gastroskopi. Jika tesnya positif tetapi tidak ada ketidaknyamanan perut dan gastroskopi tidak menunjukkan kelainan yang signifikan, tidak perlu terlalu khawatir dan prognosis umumnya baik. Jika gejala seperti refluks asam, mulas, bau mulut dan nyeri perut hadir, dan gastroskopi mengungkapkan adanya ulkus, atrofi dan peradangan, H. pylori akan sering menyebabkan penyakit yang lebih parah. Adanya penyakit refluks gastro-esofagus dengan esofagus Barrett, gastritis atrofi dengan metaplasia epitel usus, atau tukak lambung dengan batas yang tidak jelas bisa jadi merupakan kondisi kanker dan harus ditanggapi secara serius. Kesimpulannya, tingkat keparahan infeksi H. pylori harus dinilai dalam konteks gejala yang menyertainya dan gastroskopi. Karena H. pylori terkait erat dengan kanker perut dan kanker esofagus, maka pengobatan standar H. pylori direkomendasikan terlepas dari tingkat keparahan penyakitnya.