Apa yang Harus Dikonsumsi untuk Cedera Tulang

  Cedera tulang termasuk patah tulang dan fraktur. Selain fiksasi internal dan eksternal, ada juga beberapa pertimbangan diet yang harus diperhitungkan dalam perawatan.  Pasien yang terbaring di tempat tidur pada tahap awal patah tulang mungkin mengalami konstipasi, jadi mereka harus makan lebih banyak sayuran dan buah yang mengandung vitamin dan serat nabati untuk melancarkan buang air besar. Selain itu, pasien dengan patah tulang yang terbaring di tempat tidur rentan terhadap infeksi saluran kemih dan batu saluran kemih, karena mereka takut buang air besar yang tidak nyaman. Pada prinsipnya, pola makan harus ringan, seperti menghindari makanan pedas, panas, asam dan berminyak, terutama produk berlemak dan bergizi, karena faktor makanan ini akan memperlambat pertumbuhan keropeng tulang dan mempengaruhi pemulihan fungsi sendi. Anda harus makan makanan yang mengandung vitamin D, seperti hati hewan dan kuning telur, dan mencoba untuk mendapatkan lebih banyak sinar matahari, serta makan sayuran segar dan buah-buahan yang kaya mineral, termasuk buah-buahan kering. Penting untuk menghindari makanan yang tidak mudah dicerna dan menghindari alkohol dan tembakau, karena keduanya merugikan penyembuhan fraktur, dan mengurangi konsumsi gula putih dan minuman yang mengandung fruktosa, karena faktor-faktor ini juga merugikan penyembuhan fraktur.  Untuk meningkatkan penyembuhan fraktur, diet dapat dipilih sesuai dengan kondisi untuk meningkatkan penyerapan hematoma atau produksi keropeng tulang.