Defek septum ventrikel adalah bentuk paling umum dari penyakit jantung bawaan. Ini adalah perkembangan septum ventrikel yang tidak lengkap secara embriologis, menciptakan lalu lintas yang abnormal dan pirau kiri-ke-kanan pada tingkat ventrikel, dan dapat terjadi sendiri atau sebagai bagian dari malformasi jantung yang kompleks. Prinsip-prinsip penanganan bedah (1) Mengingat kemungkinan penutupan spontan defek ventrikel, anak-anak dengan defek kecil dan usia muda dapat ditindaklanjuti hingga usia 2-3 tahun. (2) Cacat ventrikel yang sangat kecil, asimtomatik, dengan radiografi dada dan EKG normal, umumnya tidak memerlukan penanganan bedah. Namun demikian, dianjurkan untuk melakukan tindak lanjut rawat jalan secara teratur. (3) Untuk anak-anak dengan cacat ventrikel tanpa kemungkinan penyembuhan sendiri dan tidak ada hipertensi pulmonal, pembedahan elektif dapat dilakukan pada usia 1-4 tahun. (4) Cacat sub-batang harus ditangani secara radikal sebelum usia 2 tahun untuk mencegah terjadinya prolaps katup aorta. (5) Beberapa cacat ventrikel besar, pneumonia berulang, dan gagal jantung, yang tidak dapat dikontrol secara memuaskan oleh pengobatan medis aktif, harus ditangani dengan pembedahan pada tahap awal, tanpa memandang usia dan berat badan. (6) Anak-anak dengan hipertensi pulmonal resistensi berat dan sianosis klinis harus dikontraindikasikan untuk pembedahan. (7) Tindak lanjut pasca-operasi secara teratur harus dilakukan untuk memantau ada atau tidaknya sisa pirau dan pemulihan fungsi jantung. Tergantung pada lokasi cacat, sayatan bedah yang berbeda dapat dipilih (median, kanan, atau kecil). Oklusi intervensi defek septum ventrikel tidak dianjurkan, karena blok atrioventrikular jauh yang memerlukan alat pacu jantung permanen tidak jarang dilaporkan.