Apakah retinitis pigmentosa dapat menyebabkan kebutaan?

  Retinitis pigmentosa primer (RP) adalah sekelompok penyakit mata genetik yang merupakan lesi degeneratif distrofi pada sel fotoreseptor dan epitel pigmen (RPE). Secara klinis ditandai dengan kebutaan malam, penurunan bidang penglihatan yang progresif, retinopati pigmen, dan kerusakan fotoreseptor (tes ERG). Penyakit ini diwariskan dalam beberapa cara, baik sebagai sifat resesif terkait jenis kelamin, resesif autosomal, atau dominan, atau dapat disebarkan. Penyakit ini biasanya terjadi pada kedua mata, dengan sangat sedikit kasus yang bersifat monokular. Awal penyakit ini biasanya terjadi sebelum usia 30 tahun, paling sering terjadi pada masa kanak-kanak atau remaja, dengan gejala yang memburuk pada masa remaja, dan pada usia paruh baya atau lanjut usia, dengan gangguan penglihatan yang parah akibat keterlibatan makula dan kebutaan. Derajat gangguan penglihatan dan laju perkembangan terkait dengan jenis dan lokasi gen yang bermutasi, dan tidak dapat ditentukan secara sembarangan.  Cara Mengobati Retinitis Pigmentosa Retinitis pigmentosa adalah penyakit keturunan bawaan dengan gejala rabun senja dan kehilangan penglihatan secara progresif. Saran: Retinitis pigmentosa tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan dapat menunda penyakit ini, termasuk vitamin A oral, vitamin E dan lutein.