Apa saja gejala bahu beku pada wanita?

  Gejala bahu beku pada wanita tidak berbeda dengan gejala bahu beku pada pria, tetapi gejala klinisnya terutama di area berikut ini.  Nyeri: Nyeri bahu paroksismal, yang berangsur-angsur meningkat seiring dengan kemajuan penyakit, atau nyeri tumpul, atau nyeri yang menusuk, dan bersifat persisten. Ketika bahu berada dalam posisi tertentu atau dalam postur tertentu, rasa sakitnya bisa parah dan merobek. Nyeri bahu lebih ringan pada siang hari dan lebih berat pada malam hari.  Gerakan bahu terbatas: Sendi bahu dapat dibatasi ke segala arah, terutama dalam abduksi, supinasi, rotasi internal dan rotasi eksternal, terutama karena perlengketan pada kapsul sendi dan jaringan lunak di sekitar bahu.  Takut dingin: Ini juga merupakan ciri bahu beku, yang bisa diperparah oleh angin atau AC.  Nyeri tekanan: Mungkin terdapat titik-titik tekanan yang signifikan di sekitar sendi bahu, terutama akibat adhesi tendon.  Kejang otot dan atrofi: Bahu beku jangka panjang dapat menyebabkan atrofi otot bahu, terutama karena terbatasnya pergerakan sendi bahu, terutama otot deltoid dan supraspinatus.  Untuk bahu beku, rehabilitasi aktif diperlukan untuk memperbaiki gejala sendi dan mengembalikan fungsinya.