Jalan! Jangan Lari! Dalam buku terbitan Amerika Serikat “Walk! Don’t Run”, penulis buku tersebut, Dr Stallman menunjukkan bahwa berjalan kaki untuk kebugaran membutuhkan langkah yang besar, kecepatan yang lebih cepat, lengan yang berayun, kepala yang mendongak dan dada yang membusung. Jangan berpikir bahwa berjalan kaki untuk kebugaran hanyalah latihan tubuh bagian bawah. Saat ini sudah banyak penelitian yang mengkonfirmasi bahwa berjalan kaki secara teratur dapat secara efektif melatih seluruh bagian tubuh: Pertama, pikiran – untuk meningkatkan pelepasan hormon endorfin di otak, sehingga suasana hati menjadi lebih baik. Kedua, paru-paru – untuk meningkatkan kapasitas paru-paru, mengurangi keinginan perokok untuk merokok. Ketiga, punggung – untuk memperkuat kekuatan otot punggung, dan mengurangi kerusakan pada punggung. Keempat, tungkai dan kaki – berjalan kaki setara dengan latihan kekuatan tulang, secara signifikan dapat meningkatkan kekuatan tulang dan otot tungkai dan kaki. Waktu: Berjalan kaki lebih dari tiga jam seminggu dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sebesar 35% hingga 40%. Berjalan kaki selama lebih dari 45 menit tiga hari dalam seminggu dapat mencegah penyakit Alzheimer. Berjalan kaki lebih dari tujuh jam seminggu dapat mengurangi tingkat kanker payudara sebesar 20 persen, dan diabetes tipe II efektif 50%. Efektivitas: 1. Berjalan kaki dapat meningkatkan fungsi jantung, sehingga jantung menjadi lambat dan kuat. 2. Berjalan kaki dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan mengurangi kemungkinan pecahnya pembuluh darah. 3. Jalan kaki dapat meningkatkan kekuatan otot, tungkai dan kaki yang kuat, tendon dan tulang, serta dapat membuat sendi menjadi fleksibel, melancarkan peredaran darah dan metabolisme. 4. Berjalan kaki dapat meningkatkan fungsi sekresi kelenjar pencernaan, meningkatkan gerak peristaltik saluran cerna secara teratur, meningkatkan nafsu makan, untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi, diabetes, obesitas, sembelit kebiasaan dan penyakit lainnya memiliki efek yang baik. 5. Berjalan di udara segar di luar ruangan, aktivitas berpikir otak menjadi jernih, fleksibel, secara efektif dapat menghilangkan kelelahan otak, meningkatkan pembelajaran dan efisiensi kerja. Menurut tes para ahli yang relevan, berjalan tiga kali seminggu, satu jam setiap kali, dan terus menerus mematuhi empat bulan orang yang tidak suka olahraga dibandingkan dengan yang pertama mencerminkan tajam, visi dan memori yang dominan. 6. Berjalan adalah sejenis statis dalam gerakan, gerakan dalam mode kebugaran statis, dapat meredakan ketegangan neuromuskuler. Menurut tekad ahli, ketika lekas marah, kecemasan melonjak ke jantung, berjalan dengan cepat selama sekitar 15 menit, Anda dapat meredakan ketegangan, stabilisasi suasana hati. 7. Kepatuhan teratur untuk berjalan kaki akan menghilangkan gejala iskemik jantung atau mengurangi tekanan darah. Membuat tubuh manusia menghilangkan rasa lelah, semangat gembira, meredakan jantung berdebar-debar. 8. Berjalan kaki dapat mengurangi penumpukan trigliserida dan kolesterol di dinding arteri, selain itu juga dapat mengurangi peluang gula darah menjadi trigliserida. 9. Berjalan kaki dapat mengurangi penumpukan lemak perut dalam tubuh manusia dan menjaga kebugaran tubuh manusia. 10. Berjalan kaki dapat mengurangi pembentukan gumpalan darah, mengurangi kemungkinan infark miokard. 11. Jalan kaki dapat mengurangi produksi hormon, produksi adrenalin yang terlalu banyak, terlalu banyak adrenalin akan menyebabkan penyakit pembuluh darah arteri. 12. Jalan kaki melindungi lingkungan, menghilangkan polusi gas buang, baik untuk memperkuat tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi penyakit dan memperpanjang usia. Agar kita dapat melangkah lebih jauh, mulailah dengan latihan jalan kaki setiap hari!