Percayakah Anda bahwa patah tulang dapat terjadi ketika Anda mengangkat kaki Anda, mengguncang selimut Anda, naik bus yang bergelombang atau bahkan berjalan kaki? Kondisi ini tidak jarang terjadi pada populasi lansia dengan osteoporosis berat. Untuk wanita yang lebih tua, terutama wanita pascamenopause, fraktur kompresi tulang belakang torakolumbal dapat terjadi dari kekuatan eksternal yang kecil bahkan tanpa riwayat trauma yang signifikan, yang mengarah ke kunjungan ke dokter karena sakit parah di punggung bawah. Mengapa orang lanjut usia rentan terhadap osteoporosis? Kadar hormon seks yang lebih rendah dalam tubuh: terutama estrogen memiliki efek yang lebih nyata pada tulang, sehingga lebih banyak wanita lanjut usia yang menderita osteoporosis. Berkurangnya asupan kalsium; vitamin D yang tidak mencukupi; berkurangnya aktivitas fisik. Lainnya: perbedaan individu, kebiasaan gaya hidup, penyakit, dan ras geografis juga dapat mempengaruhi. Apa saja tanda dan gejala osteoporosis? Bagaimana cara memeriksa apakah Anda menderita osteoporosis? Osteoporosis biasanya tidak memiliki gejala yang jelas pada tahap awal, dan ekspresi gejala pada tahap selanjutnya tidak khas. Namun, ketika ada rasa sakit yang terus-menerus, nyeri tumpul, dan kelemahan di beberapa bagian tubuh (seperti pinggang, punggung, dan bahu), atau ketika Anda melihat pemendekan bertahap tinggi badan Anda atau pembengkokan bertahap punggung Anda, Anda perlu mencari perhatian medis sesegera mungkin. Metode umum untuk menentukan osteoporosis adalah pengukuran kepadatan tulang. Sebagian besar rumah sakit menggunakan densitometri tulang sinar-X energi ganda untuk menguji area pengukuran utama: tulang belakang lumbal, sendi pinggul, dan massa tulang seluruh tubuh. Metode pengukurannya lebih aman, waktu pemindaiannya singkat, dan jumlah radiasinya sangat kecil. Selain itu, dosis sinar-X yang diserap selama pengukuran lebih sedikit daripada mengambil film dada sinar-X, yang sederhana, mudah dan tidak menyakitkan, dan hasil tes tersedia pada saat itu. 1, ketika nilai T kepadatan tulang lebih besar dari -1 adalah normal; 2, nilai T antara -1 dan -2,5 adalah pengurangan massa tulang (massa tulang rendah); 3, nilai T kurang dari -2,5 adalah osteoporosis. Bagaimana cara mengobati osteoporosis? Penyebabnya harus ditemukan dari semua aspek, dan pengobatan serta perawatan yang tepat waktu. Untuk wanita pascamenopause dan pria berusia di atas 60 tahun, jika kepadatan tulang rendah ditemukan, nutrisi dan olahraga harus diperkuat. Jika osteoporosis ditemukan telah berkembang, maka harus diobati sedini mungkin untuk mencegah kondisi memburuk dan terjadinya patah tulang. Ada tiga kategori utama obat yang digunakan untuk pengobatan: obat yang menghambat resorpsi tulang (misalnya estrogen, kalsitonin, bifosfonat, dll); obat yang mendorong pembentukan tulang (misalnya androgen, hormon paratiroid, dll); dan obat yang mendorong pengapuran tulang (misalnya berbagai persiapan kalsium dan vitamin D, dll). Obat-obatan tertentu juga memerlukan kunjungan rawat jalan yang rinci dan tinjauan rutin untuk pengobatan individual. Bagaimana cara mencegah osteoporosis? 1.Diet seimbang: Makanlah makanan kaya protein dan kalsium, sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang sesuai, seperti susu, ikan, produk kedelai; terutama buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk, jeruk, jeruk bali dan kiwi; diet rendah garam dan lebih sedikit makanan yang diasamkan, seperti labu, makanan yang diawetkan, dan makanan kalengan, dapat mengurangi kehilangan kalsium; hindari merokok, alkoholisme, asupan kafein yang berlebihan, dan minuman fosfor tinggi. 2, olahraga ringan: olahraga dapat meningkatkan penyerapan kalsium, mengurangi keropos tulang; olahraga dapat meningkatkan sekresi hormon seks, sehingga mendorong pertumbuhan dan perkembangan tulang; olahraga dapat meningkatkan aliran darah di korteks tulang dan meningkatkan pembentukan tulang, meningkatkan kepadatan tulang dengan meningkatkan kekuatan otot, tetapi juga membantu meningkatkan daya tanggap tubuh, meningkatkan fungsi keseimbangan, mengurangi risiko jatuh. Prinsip umum olahraga adalah “bervariasi dari orang ke orang, sesuai dengan kemampuan, bertahap dan gigih”, dan latihan yang dipilih oleh pasien paruh baya dan lanjut usia umumnya didasarkan pada latihan aerobik, seperti berjalan, jogging, bersepeda, tai chi, mendaki gunung, dll. Jumlah latihan tidak boleh terlalu banyak untuk mencegah otot tumbuh. Jumlah latihan tidak boleh terlalu banyak untuk mencegah cedera otot, ligamen dan sendi. 3, meningkatkan paparan sinar matahari: Pola makan orang Tionghoa mengandung vitamin D yang sangat terbatas, sejumlah besar vitamin D bergantung pada kulit untuk menerima radiasi ultraviolet dari matahari setelah sintesis. Paparan sinar matahari secara teratur akan memainkan peran kunci dalam produksi vitamin D dan penyerapan kalsium. Dorong lebih banyak aktivitas di luar ruangan untuk meningkatkan paparan sinar matahari, dengan rata-rata setidaknya 20 menit sinar matahari per hari untuk orang normal.