Limpa biasanya tidak teraba di perut dalam kondisi normal, dan dianggap membesar jika tepi limpa dapat dirasakan pada posisi terlentang atau menyamping. Pada megalosplenomegali, limpa secara signifikan lebih besar, biasanya puluhan hingga ratusan kali lebih besar dari biasanya. Khususnya pada hipertensi portal, aliran darah ke limpa terhambat, sinus limpa terbuka, limpa stagnan, dan sejumlah besar darah tersimpan di limpa yang membesar, kadang-kadang hingga beberapa ribu mililiter. Volume limpa yang membesar adalah manifestasi utama penyakit limpa. Metode pemeriksaan: 1. MRI hati, kandung empedu, pankreas dan limpa: MRI dapat memperjelas luas dan cakupan lesi serta ciri-cirinya, dan dapat dibedakan dengan tumor lain. Pemeriksaan ini berguna untuk memastikan diagnosis kista hati dan limpa serta hemangioma gua. Pemeriksaan MRI membutuhkan waktu yang lama dan pasien berada di lingkungan yang gelap dan bising. Bersiaplah, jangan cemas atau takut, dan jaga posisi tubuh Anda tetap berada di bawah bimbingan dokter. Bersabarlah dan bersikaplah kooperatif. Berikan riwayat medis lengkap, informasi pemeriksaan, dan semua foto rontgen serta film CT kepada dokter sebelum pemeriksaan. 2. Pencitraan limpa: Ini untuk menentukan lokasi, ukuran dan bentuk limpa serta membuat diagnosis lesi jika perlu. Tujuan pencitraan limpa adalah untuk menentukan lokasi dan ukuran limpa, sifat massa dan lesi limpa, serta ada tidaknya parasplenomegali. 3. Tes antibodi antigen serologis: tusukan atau biopsi kelenjar getah bening, tusukan atau biopsi limpa, pemeriksaan asites rutin, dll. Pemeriksaan laboratorium di atas dapat dipilih berdasarkan riwayat, pemeriksaan fisik dan diagnosis awal, dan sering kali dapat digunakan untuk menentukan diagnosis penyakit tertentu.