Kanker perut, sampai batas tertentu, dapat dipahami sebagai penyakit yang berkaitan erat dengan “makan”, dan pola makan tidak sehat dalam jangka panjang dapat menyebabkan insiden kanker perut yang lebih tinggi. Jadi, apa saja masalah diet untuk mencegah kanker perut?
Ingatlah bahaya diet ini
Kebiasaan makan dan makanan berikut ini tidak baik untuk kesehatan perut dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker perut
Makan berlebihan dan lebih menyukai makanan keras membuat lambung bekerja di bawah beban tinggi untuk waktu yang lama, yang dapat dengan mudah menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung.
Makan tidak teratur dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam sekresi cairan pencernaan di perut, yang juga merupakan faktor risiko untuk perkembangan kanker perut.
Diet tinggi garam dapat menyebabkan kerusakan pada penghalang lendir pada permukaan mukosa lambung, yang “memperkuat” efek zat karsinogenik pada jaringan lambung dan juga dapat mempengaruhi fungsi saluran pencernaan, meningkatkan kemungkinan gastritis, tukak lambung dan patologi lainnya. Kandungan garam dari makanan yang diawetkan, makanan cepat saji yang asin (burger, kentang goreng, dll.), daging asap, dan bumbu yang mengandung natrium (saus tomat, mayones, saus salad) biasanya tinggi.
Diet tinggi lemak cenderung menyebabkan obesitas, yang juga merupakan faktor risiko tinggi untuk perkembangan kanker perut. Makanan berlemak tinggi biasanya mencakup makanan yang digoreng, daging berlemak, jeroan hewan, produk krim, dll.
Konsumsi alkohol kronis. Beberapa karsinogen dalam makanan yang tidak diserap oleh tubuh mudah diserap oleh tubuh dengan bantuan alkohol sebagai “pelarut”. Minum alkohol dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang lama juga dapat merusak mukosa lambung, yang menyebabkan kurangnya asam lambung dan pertumbuhan bakteri, sehingga meningkatkan risiko kanker lambung.
Mengonsumsi makanan acar, makanan yang dipanggang dan digoreng serta makanan panas dapat secara langsung merusak selaput lendir lambung atau meningkatkan asupan zat seperti nitrit, yang dapat meningkatkan risiko kanker lambung.
Jamur dalam makanan berjamur adalah karsinogen yang jelas.
Kebiasaan makan ini dapat membantu mencegah kanker perut
Makanlah banyak sayuran dan buah-buahan segar, yang kaya akan vitamin, asam folat, dan karotenoid yang dibutuhkan tubuh untuk memblokir efek karsinogenik karsinogenik dan juga untuk melawan kanker dengan merangsang sistem kekebalan tubuh.
Asupan makanan yang mengandung selenium yang memadai. Selenium dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari efek zat karsinogenik. Bawang putih, jamur, kentang ungu, ikan, udang, dan kepiting biasanya mengandung selenium yang tinggi.
Konsumsi bawang putih. Bawang putih mengandung bis-propenil sulfida dan propenil metil trisulfida, yang memiliki efek penghambatan yang baik pada perkembangan tumor. Konsumsi bawang putih juga dapat meningkatkan sekresi asam lambung dan mengurangi tingkat nitrit, jamur, dan bakteri di dalam perut.
Minum teh. Teh mengandung banyak penghambat nitrosasi seperti vitamin C, vitamin E dan polifenol teh, yang membantu menghambat pembentukan kanker perut.
Pencegahan adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit ini. Mintalah saran dari para ahli nutrisi dan pilihlah diet yang sehat dan masuk akal untuk membantu mencegah kanker perut.