I. Apa yang dimaksud dengan sklerosis multipel (MS)? Sklerosis multipel adalah penyakit demielinasi inflamasi yang diperantarai oleh kekebalan tubuh pada sistem saraf pusat. Penyebab penyakit ini belum dipahami dengan baik dan mungkin terkait dengan genetika, faktor lingkungan, infeksi virus, dan autoimunitas, yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya selubung mielin pada sistem saraf pusat, kerusakan oligodendrosit, dan bahkan kerusakan akson dan sel saraf. Pada orang normal, sistem kekebalan tubuh memainkan peran protektif dan menjaga kita tetap aman dari musuh eksternal (bakteri, virus, dan patogen lainnya). Karena sistem kekebalan tubuh pasien MS tidak normal dan terlalu aktif, sistem kekebalan tubuh secara keliru mengenali struktur jaringannya sendiri (mielin, lapisan luar serabut saraf di sistem saraf pusat) sebagai musuh dan menyerang serta menghancurkannya, sehingga menyebabkan kerusakan pada serabut saraf. Kedua, manifestasi magnetik nuklir kepala dari multiple sclerosis 1, apa saja gejala MS? Setiap pasien MS akan memiliki serangkaian gejala yang berbeda, tingkat keparahan dan durasinya juga akan bervariasi, gejala-gejala ini bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan kerusakan pada sistem saraf pusat. Gejala yang umum terjadi meliputi: Kelainan sensorik: Sebagian penderita MS mungkin mengalami gangguan sensorik seperti mati rasa, rasa seperti ditusuk-tusuk jarum atau digelitik, dan sensasi suhu yang tidak normal. Gangguan penglihatan: kehilangan penglihatan, penglihatan kabur atau cacat penglihatan. Kelelahan: salah satu gejala MS yang paling umum, yaitu keadaan kelelahan yang terus-menerus, yang berhubungan dengan defisit neurologis dan depresi. Disfungsi motorik: kelemahan, tonus, kelenturan atau bahkan kelumpuhan anggota tubuh. Masalah keseimbangan: berjalan tidak stabil, kesulitan dengan gerakan motorik halus atau tremor. Masalah saluran cerna dan kandung kemih: sering buang air kecil, ketidakmampuan untuk mengosongkan air seni sepenuhnya, sembelit atau inkontinensia. Masalah fungsi seksual: berkurangnya fungsi seksual, impotensi atau kurangnya sensitivitas. Nyeri: Sejumlah besar pasien MS melaporkan bahwa mereka kadang-kadang mengalami nyeri akut (misalnya nyeri di belakang mata) atau nyeri kronis (misalnya nyeri pada tungkai atau punggung). Kedua, bagaimana pasien dapat mengatur hidup mereka? Pasien MS harus memperhatikan aspek-aspek kehidupan berikut ini: Pencegahan pilek dan flu: Kerja dan istirahat teratur, hindari kontak dengan orang yang terinfeksi, makan makanan yang wajar, dan berjemur. Hindari pengerahan tenaga: Kelelahan akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh melalui sistem saraf pusat, dan olahraga yang berlebihan tidak hanya akan mempengaruhi suhu tubuh dan pH cairan, tetapi juga menyebabkan gangguan fisiologis konduksi saraf. Hindari suhu tinggi: peningkatan suhu tubuh mempengaruhi konduksi saraf, hindari pemandian air panas, sauna, dan berhati-hatilah saat berjemur di bawah sinar matahari yang berlebihan. Olahraga yang sesuai: Berenang, yoga, dan latihan tingkat tertentu lainnya, agar tidak terlihat kelelahan yang jelas. Apa yang dimaksud dengan neuromielitis optik optik (NMO)? Neuromielitis optik optik pernah dianggap sebagai subtipe sklerosis multipel. Sejak ditemukannya antibodi aquaporin 4 pada tahun 2004, para ahli saraf internasional lebih memilih pandangan bahwa sklerosis multipel dan neuromielitis optik optik merupakan dua penyakit yang berbeda, dengan mekanisme patogenik, populasi pasien, manifestasi klinis, temuan tambahan, pengobatan, dan prognosis yang berbeda. Neuromielitis optik optik, seperti halnya sklerosis multipel, merupakan penyakit yang jarang terjadi. Penyakit ini relatif umum terjadi pada populasi Asia, seperti Cina dan Jepang, pada penyakit radang selaput otak pada sistem saraf pusat, dan lebih jarang terjadi pada populasi Barat di Eropa dan Amerika Serikat. Neuromielitis optik optik ditandai dengan dua kelompok gejala klinis utama: gangguan penglihatan akut dan cedera sumsum tulang belakang akut. Usia timbulnya neuromielitis optik optika sedikit lebih lambat dibandingkan sklerosis multipel, dan prevalensi penyakit ini lebih tinggi pada perempuan, perempuan:laki-laki = 9-10:1. Apa saja gejala NMO? Tidak seperti sklerosis multipel, neuromielitis optik optik terutama melibatkan saraf optik dan sumsum tulang belakang, oleh karena itu, manifestasi klinisnya adalah sebagai berikut: Gejala visual: kehilangan penglihatan, penglihatan kabur, cacat lapang pandang, perubahan warna penglihatan, bahkan kebutaan. Gejala sumsum tulang belakang: kelumpuhan pada kedua tungkai bawah, quadriplegia, kelainan sensorik (bidang sensorik, fasikulasi), gangguan kemih dan feses, disfungsi seksual, dan kejang yang menyakitkan.